pengunjung

Selasa, 16 Agustus 2016

Hinaanmu Jadikan Motivasi Untukku

Hinaanmu Jadikan Motivasi Untukku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Agustus 2010 aku menerima cinta dari seorang pria bernama Hari, aku tidak tau dia bekerja sebagai apa dan yang aku tahu dia adalah seorang mahasiswa salah satu universitas di Jakarta dan aku tidak mau tau tentang dia. Mungkin aku tidak terlalu mencintai dia dan hari demi hari dia selalu membuat aku menjadi lebih dewasa dan dia selalu menasehati walaupun hanya lewat sms. Akupun jatuh cinta kepadanya, aku ingin hari menjadi suamiku kelak. Dengan tekad aku mencari informasi aku memang tipikal orang yang sangat penasaran, rasa cinta yang besar kepada hari sampai ke dunia maya aku menyakan hari itu siapa? tinggal dimana? bekerja dimana?

Suatu saat hari berpamitan kepadaku, dia pindah kerja di surabaya aku mendengar kabar darinya langsung tidak sadarkan diri. Dan dia berjanji kepadaku 1 bulan sekali dia akan menemuiku. 1 bulan sudah berlalu dalam hatiku perasaan yang tidak karuan dia tidak jauh dari aku dia ada selalu ada. Aku pun mencari pekerjaan di Jakarta dan akupun bersyukur ada perusahaan yang menerimaku orang pertama yang kukabari adalah HARI dan sepertinya dia tidak senang dengan pekerjaanku sekarang dia sering mencemooh, “aku heran kamu bis
... baca selengkapnya di Hinaanmu Jadikan Motivasi Untukku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Trainer Rp 7 M

Trainer Rp 7 M Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Berapa sih penghasilan yang bisa diharapkan oleh seorang trainer profesional di Indonesia?,” tanya seorang kawan dengan nada meremehkan profesi trainer. Ia bekerja sebagai pengusaha skala menengah dengan karyawan 100-an orang. Sebagai pemilik sebuah usaha dagang (trading company), ia sungguh tak paham siapa yang mau membayar jasa pelatihan yang ditawarkan para trainer. Baginya, trainer itu seperti pengajar sekolah atau dosen yang penghasilannya tidak menjanjikan untuk hidup secara memadai (menurut ukurannya, tentu). Saya menanggapi pertanyaannya dengan tersenyum. Belum tahu dia rupanya.

Dalam kesempatan lain, seorang pimpinan lembaga pengorganisasi pelatihan (training organizer) di Surabaya, berbisik pada saya, “Eh sudah tahu belum, trainer itu tahun lalu menambah kekayaannya sekitar Rp 7 M hanya dari kegiatan pelatihan saja. Rata-rata sebulan ia bicara di 15 pertemuan di berbagai kota besar dengan honor Rp 35 juta sekali bicara selama 3-4 jam.” Saya menanggapi bisikannya dengan senyuman. Sudah tahu dia rupanya.

Kawan lain, yang sudah fokus menafkahi keluarganya dari bisnis bicara (pelatihan) selama lima tahunan, suatu kali ditelepon mantan atasannya 7-8 tahun silam. Singkat cerita, sang mantan atasan di perusahaan lama yang sudah pindah ke perusahaan baru dan sekarang menjadi pimpinan terti
... baca selengkapnya di Trainer Rp 7 M Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 13 Agustus 2016

Kisah Dua Tukang Sol

Kisah Dua Tukang Sol Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya perbaikan kecil.

Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak cukup. Hanya berharap dapat order besar sehingga bisa membawa uang ke rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan.

Di tengah keputusasaan, dia berjumpa dengan seorang tukan sol lainnya. Wajahnya cukup berseri. ?Pasti, si Abang ini sudah dapat uang banyak nich.? pikir mang Udin. Mereka berpapasan dan saling menyapa. Akhirnya berhenti untuk bercakap-cakap.

?Bagaimana dengan hasil hari ini bang? Sepertinya laris nich?? kata mang Udin memulai percakapan.

?Alhamdulillah. Ada beberapa orang memperbaiki sepatu.? kata tukang sol yang kemudian diketahui namanya Bang Soleh.

?Saya baru satu bang, itu pun cuma benerin jahitan.? kata mang Udin memelas.

?Alhamdulillah, itu harus disyukuri.?

?Mau disyukuri gimana, nggak cukup buat beli beras juga.? kata mang Udin
... baca selengkapnya di Kisah Dua Tukang Sol Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Gak mau Antri? Apa Kata Dunia?

Gak mau Antri? Apa Kata Dunia? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Pratama Puji

Antri? mendengar kata antri tentunya tak asing lagi di telinga kita, karena antri memang sudah biasa kita hadapi sehari-hari. Antri beli bensin, antri macet, antri naik lift, antri ketika di toilet, dan sebagainya. Rasanya aktivitas kita sehari-hari tak bisa dipisahkan dari antri. Nah yang menjadi pertanyaan apakah kita termasuk orang-orang yang mau antri?

Pada dasarnya antri bisa dikatakan ”sabar menunggu giliran”, memang hal ini bisa menjadi suatu hal yang menjemukan ataupun menyenangkan. Menjemukan karena kita memang tidak terbiasa antri/tidak mau antri, atau kita memang sibuk/sok sibuk. Namun kondisi ini bisa menjadi hal yang menyenangkan bagi orang-orang yang memang bisa ”menikmatinya”. Di situlah tantangannya. Seperti orang memancing, yang sabar menunggu ikannya dan strikeeee…

Dan dari situasi antri inilah, bisa dijadikan ajang mencari rezeki bagi orang-orang yang mampu memanfaatkan celahnya. Contohnya: calo STNK di samsat, pungli oleh oknum tertentu untuk mempercepat pelayanan publik, dan masih banyak lagi.

Melihat orang tidak mau antri, saya pun menjadi geregetan. Hal itu saya jumpai ketika mengurus surat pengantar di perusahaan pembiayaan untuk keperluan BPKB. Saya mewakili Bapak. Saya memang telat datang, jam 9 saya baru sampai di kantor dan sudah penuh sesak. Akhirnya tak ada pilihan lain kecuali antri dan menunggu panggilan. Samp
... baca selengkapnya di Gak mau Antri? Apa Kata Dunia? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Jumat, 30 Januari 2015

huta batak

Huta bukanlah desa atau kampung dalam arti yang kita pahami sekarang. Huta adalah persekutuan hukum dan adat terkecil. Huta merupakan tempat tinggal mereka yang berasal dari satu ompu, satu moyang, dengan atau tanpa boru. Jadi berdasarkan keturunan dan perkawinan.
Dalam soal ini harus dibedakan pengertian huta dari pengertian etnografis dan administratif. Yang menyulitkan pengertian huta ialah bahwa orang mencoba mempergunakan pengertian administratif kepada huta Batak. Terutama setelah pengertian kampung atau desa dengan kelurahan menjadi jelas dan diberlakukan sebagai dasar pengertian umum kampung di Indonesia.
Ini sulit diterapkan di Tanah Batak. Pengertian desa atau kelurahan sudah bersifat administratif, sedang huta Batak bersifat etnografis, berdasarkan keturunan atau kekerabatan. Desa biasa ditempati orang-orang yang bukan kerabat, tetapi huta Batak ditempati orang yang satu marga, bersama atau tanpa boru.
Penggambaran wilayah huta adalah suatu lapangan kecil berbentuk empat persegi dengan halaman bagus, keras dan kosong ditengahnya–tengahnya. Disatu sisi empat bidang persegi itu berdiri sekelompok kecil rumah-rumah (ruma) berbaris, masing-masing rumah memiliki pekarangan dapur sendiri di bagian belakang . Didepan barisan rumah ada lumbung padi (sopo).
Jaman dahulu huta Batak dikelilingi parik (tembok terbuat dari tanah atau batu) yang tingginya sampai 2 meter dan lebar 1 meter. Kalau terbuat dari tanah maka di atasnya ditanam pohon bambu. Kalau dari batu, maka dibagian luar parik ditanam juga bambu. Gunanya sebagai benteng, melindungi huta dari serangan musuh.
Dari penggambaran tersebut, tampak adanya kehidupan suatu kelompok/kesatuan terkecil masyarakat Toba yang mampu mengatur dirinya sendiri. Di dalam rumah tinggal beberapa keluarga dengan anak-anak mereka. Kalau anak-anak perempuan mulai beranjak dewasa maka si gadis akan tinggal di sopo.
Huta dipimpin oleh ‘Raja huta’ keturunan dari marga pionir pendiri huta. Marga pendiri huta disebut marga raja atau marga tano. Dalam hal ini hanya marga raja yang berkuasa atas tanah. Marga-marga lain yang juga tinggal di huta dinamakan marga boru. Mereka ini tidak mempunyai hak atas tanah.
Dalam blog Sianturi Mandosiraja disebutkan bahwa, bisa terjadi marga raja itu membawa juga boru-nya (pengambil istri marga raja) bersama-sama mendirikan huta itu dahulu (rap manombang) sehingga ia adalah juga Raja Huta dan bagian dari pemilik huta. Terbuka peluang orang luar yang datang kemudian menjadi warga, dan diberi hak garap atas sebidang lahan pertanian karena mengawini putri dari marga raja/partano. Ia disebut ‘parripe’, pendatang yang diberi status marga boru. Demikian setiap pendatang selalu berstatus marga boru sehingga mendapat status sebagai warga sesuai prinsip dalihan natolu.
Raja huta menyelesaikan masalah-masalah (kecil) antar keluarga warga huta, membagi lahan garapan bagi keluarga-keluarga, menyelenggarakan perkawinan dengan warga dari huta lain, mewakili huta keluar dsb. Status Raja huta turun-temurun kepada anak sulung. Ia adalah pengayom adat, hak ulayat (golat) dan pemimpin sekuler (soal-soal duniawi)

Selasa, 04 November 2014

Adat Batak dan upacata Batak

1.Upacara Adat Batak MangIrdak atau
Mangganje atau Mambosuri (adat tujuh
bulanan)
Upacara Adat Mangirdak adalah suatu
Upacara yang diperuntukkan kepada
Seorang Ibu yang sedang Mengandung
Bayi yang Usia Kandungan Bayi yang
akan Lahir tersebut sudah mencapai
Tujuh Bulan.
2.Upacara Adat Batak Martutu Aek
Upacara Adat Martutu Aek adalah suatu
Upacara yang diperuntukkan untuk
Pemberian Nama dari Bayi yang sudah
seharusnya diberi Nama oleh Pihak
Keluarga,Sayangnya Upacara ini sudah
Jarang dilakukan oleh Orang Suku Batak
karena Bertentangan dengan Ajaran
Agama.
3.Upacara Adat Batak Mangharoan
Upacara Adat Mangharoan adalah suatu
Upacara yang dilakukan setelah
Kelahiran Seorang Bayi yang sudah
Berumur Dua Minggu,untuk Menyambut
Bayi tersebut ke Satu Keluarga yang Baru.
4.Upacara Adat Batak Hamatean
Upacara Adat Hamatean adalah suatu
Upacara Adat Batak untuk
Kematian,Upacara Adat Batak ini
disesuikan dengan Adat Batak
Toba,Apakah Adat Batak yang akan
dibuat untuk Kematian Seseorang
tersebut.Hal ini berhubungan dengan
beberapa Jenis Upacara Adat Batak
untuk Kematian,Ada Sari Matua,Saur
Matua,Maulibulung dan lain-lain.
5.Upacara Adat Batak Manulangi
Upacra Adat Manulangi adalah suatu
Upacara yang diperuntukkan kepada
Orang Tua yang sudah Lanjut
Usia,kegiatan Menyuapi/Menyulangi ini
dilakukan oleh Anak dan Cucu dari Orang
Tua yang sudah Lanjut Usia
tersebut,Makanan yang diberikan
merupakan Makanan yang di Sukai
Orang Tua tersebut atau Makan Terbaik
yang bisa diberikan oleh Anak dan Cucu.
6.Upacara Adat Batak Mangongkal Holi
Upacara Adat Mangongkal Holi adalah
suatu Upacara Adat Panggilan Tulang
Belulang Orang Tua yang sudah
Meninggal,dan Tulang dari Orang Tua
tersebut dimasukkan ke dalam Tugu atau
Monumen untuk Menghormati Orang Tua
yang telah Meninggal Dunia.
7.Upacara Adat Batak Marhajabuan
Upacara Adat Marhajabuan adalah suatu
Upacara Adat Pernikahan sesuai dengan
Adat Batak Toba,Marhajabuan Artinya
Berumah Tangga Maksud dan Tujuannya
Agar setiap Masyarakat Batak yang
Berumah Tangga harus melalui sebuah
Pesta Adat,Tidak boleh hanya di Baptis
di Gereja atau hanya sekedar Akad Nikah
saja,Upacara Marhajabuan harus juga
disertakan dalam Kegiatan atau Acara
Pernikahan tersebut.

Pomparan ompu Halomoan Naingolan Parhusip

horas..... ini tarombo saya....
NAINGGOLAN PARHUSIP
No.1. RAJA NAINGGOLAN

No.2. (# SIBATU )
            (SIHOMBAR)

No.3. (SIBATUARA)
                (# PARHUSIP)

No.4. TUAN MARNANING

No.5. TUAN NAMORA JOLLUNG

No.6. NAMORA SOBIASON

No.7. TUAN SARIBU PASIR

No.8. PASIR NI LANDO

No.9. LINDI NI AEK

No.10. (#OMPU MARSANTI ULUBALANG)
                  (O.GIRSANG DORIANGIN )
                   (PINTU JONGGI MANAOR)
                   (DAON SIHOL)

 No.11.()

 No.12.()

 No.13. ()

 No.15.()

 No.16. ()

 No.17.(OP.LUHUT)

No.18.Parhusip/ Br.Napitulu (OP.HALOMOAN)  ( Pangaribuan)

NO.19. Amos Parhusip / Br.Gultom (OP.REDO) (Pangaribuan-Sibolga)

NO.20a.#SIHAR PARHUSIP /L. Br.Suanturi (op.paima)-(Pangaribuan / muara -Toba)
a1.Redo Utama Parhusip
a2.#RONALD YOS PARHUSIP/S.Br.Sangunsong
a3.Rosyeki V.I / J.M Sipayung
a4.RotriosariJunius Roy
a5.Tosondang Tiur Nauli
a6.Robintang Marsakti Sabhatani
a7.Rointan sari
a8.Rusmanso
a9.Ramot Parulian
(Tangerang)
20b.Basri Parhusip / R.Br.Sianturi (bp.Renta)
b1.Renta
b2.dewi
b3.binsar
b4.amando
(Tangerang)
20c.Hasudungan Parhusip / Br.Gultom(bp.Corry)
c1.corry
c2.lores
c3.lengga
c4.keke
(Tangerang)
20d. Solo Halomoan parhusip (bp.. . 
d1.
d2.
(Pangaribuan)
20e. rumahorbo Erli Br.parhusip (.... )
e1.
e2.
e3
e4........dst
(Tangerang)
jadi nomor 21 sada ma taromboku sian Raja Nainggolan
 Nb : mohon maaf jika ada salah penulisan Nama atau Kalimat
-mauliate-

MASIH renovasi

Senin, 03 November 2014

Tarombo batak

# tarombonya # batak ..
taraaaa........!!!
SILSILAH DAN SEJARAH MARGA BATAK
DARI RAJA BATAK
Pembagian utama Si RAJA BATAK :
1. Guru Tateabulan
2. Raja Isumbaon
Belahan yang dinamakan LOTUNG, yang
mencakup kelompok suku yang
sebenernya, yaitu Himpunan BORBOR,
dan juga sejumlah marga yang lebih
kecil, berasal dari Guru Tateabulan.
Yang dinamakan belahan SUMBA yang
ke dalamnya termasuk sisa kelompok
suku dan marga lainnya, berasal dari
Raja Isumbaon.
Yang termasuk BELAHAN LOTUNG ada 5
yaitu :
1. Raja biakbiak
2. Saribu Raja
Mempunyai 3 Kelompok yaitu
1. LONTUNG
2. BORBOR
3. BABIAT
3. Limbong Mulana
Mempunyai 1 Kelompok yaitu
Limbong (Habeahan)
4. Sagala Raja
Mempunyai 1 kelompok yaitu
Sagala
5. Malau Raja
Mempunyai 4 kelompok yaitu
1. Paseraja – Malau
2. Manik
3. Ambarita
4. Gurning
Rupanya, raja Biakbiak pergi ke Aceh.
Tidak diketahui, apakah ia meninggalkan
keturunan.
Limbong pada pokoknya mendiami
suatu lembah di sebelah selatan
penggung gunung, yang
menghubungkan Pusuk Buhit dengan
tanah datar, dan Sagala Raja Lembah
yang ke arah utara punggung gunung.
Malau Raja tersebar di kawasan
sekeliling Pangururan (pulau dan tanah
diseberangnya), dan dengan memakai
nama Damanik, ia adalah marga yang
memerintah di wilayah swapraja Siantar
di Sumatera Timur.
Belahan SUMBA meliputi :
1. Tuan Sori – mangaraja
mempunyai 3 kelompok :
1. Nai Ambaton
2. Nai Rasaon (R.Mangarerak)
3. Nai Suanon(Tuan
Sorbadibanua)
2. Raja ni Asiasi
Pertama saya akan membahas tentang
pembagian Belahan LONTUNG :
1. LONTUNG
Yang mempunyai anak meliputi :
1. Situmorang
Mempunyai anak :
1. Lumban Pande
2. Lumban Nahor
3. Suhut ni Huta
4. Siringoringo
Mempunyai anak :
1. Lumban Toruan
2. Sipangpang
3. Rumapea
5. Sitohang uruk
6. Sitohang tonga – tonga
7. Sitohang toruan (Lumban Gaol)
2. Sinaga
Mempunyai anak :
1. Bonor
Mempunyai anak :
1. Sidahan Pitu
2. Nadiheong
2. O. Ratus
3. Uruk
3. Pandiangin
Mempunyai anak :
1. R. Humitap
(Pandiangin)
Mempunyai anak :
1. Toga Pande
2. Lumban Uruk
3. Suhut ni Huta
4. Lumban Toruan
2. R. Sumonang
Mempunyai anak :
1. R. Gultom
2. Sidari
(Harianja)
3. Pakpahan
4. Sitinjak
4. Nainggolan
Mempunyai anak:
1. Ruma Hombar
Mempunyai anak :
1. Lumban Tungkup
Dibagi :
1. Ruma Hombar
2. Lumban Raja
2. LumbanNahor
3. Huta Balian
4. Lumban
Siantar
2. Si Batu
Mempunyai anak :
1. Parhusip
2. Batuara
3. Siahaan
4. Ampapaga
5. Simatupang
Mempunyai anak :
1. Sitoga Torop
(Siborutorop)
2. Sianturi
3. Siburian
6. Aritonang
Mempunyai anak :
1. Ompu Sunggu
2. Rajagukguk
3. Simaremare
7. Siregar
Mempunyai anak :
1. Silo
2. Dongoran
3. Silali
Mempunyai anak :
1. Ritonga
2. Sormin
4. Siagian
Keempat marga ‘induk’ pertama
dari Limbong bermukim di Samosir
Selatan Situmorang dan juga di
wilayah – wilayah Sabulan dan
Janjiraja, yang terletak
berhadapan dengan tanah di
seberangnya Pandiangin. Sebagian
dari Situmorang mendiami wilayah
– wilayah Lintong dan Parbuluan
Ritonga; keduanya berada di
dataran tinggi sebelah barat
Gunung Pusuk Buhit; Dari
Pandiangin, sebagian dari keempat
marga R. Sumonang (Samosir)
pindah ke Habinsaran Selatan kira
– kira di sekeliling Pangaribuan
Sinaga, dan dari sana pergi ke
Pahae Timur Ritonga. Satu cabang
dari Nainggolan dapat juga
ditemukan disana. Satu kombinasi
dari bagian – bagian Situmorang
dan Nainggolan bisa dijumpai di
Pusuk.
Ketiga marga ‘induk’ terakhir dari
LONTUNG menetap dikawasan
pantai danau dekat Muara
Simatupang dan Aritonang,
masing – masing menduduki
wilayahnya sendiri, dan juga di
pulau kecil bernama PULO yang
terletak diseberangnya. Siregar
pergi ke Muara dari wilayah kecil
Siregar yang terletak di Sigaol
yang lain – lainnya langsung pergi
ke sana dari Urat di Samosir.
Pecahan – pecahan Simatupang
dan Aritonang pergi ke pinggiran
Dataran Tinggi Humbang yang
berbatasan dengan Muara, tempat
mereka menduduki wilayah –
wilayah Paranginan dan Huta
Ginjang. Pecahan – pecahan
Siregar berjalan melalui Humbang
menuju Habinsaran Selatan
Sinaga, dan dari sana pergi ke
Sipirok Silali dan dolok (dimana
terdapat marga Ritonga dan
Sormin) dan ke Pahae Timur
(wilayah – wilayah Onan Hasang
dan Simangumban). Satu
kelompok kecil Siregar dapat juga
ditemukan antara Laguboti dan
Porsea (Tuan Dibangarna)
2. BORBOR
Mempunyai anak :
1. Tuan Bala Sanuhu
Mempunyai anak :
1. Rimbang Sudara
Mempunyai anak :
1. Pongpang
2. Bala Saribu
Mempunyai anak :
DatuDatu
(Pasaribu)
Mempunyai anak :
1. Sariburaja(Pasaribu)
2. Batu bara
3. Parapat
4. Tarihoran
5. Matondang
6. Saruksuk Sahang ,Maima,
Sipahutar
3. Harahap
4. Tanjung
5. Pusuk
6. D. Pulungan
Mempunyai anak :
Pulungan Lubis
7. Nahulu
2. Sahang Mataniari
Mempunyai anak :
1. Simargolang
2. Rambe
Borbor bisa ditemukan tersebvar di
seluruh Tapanuli. Keterangan –
keterangan mengenai pohon
silsilah dan jalan perserakan dari
anggota di sana sini cukup banyak
mengandung perbedaan.
Pasaribu dan Lubis dapat
ditemukan di Haunatas (dekat
Laguboti Sipaettua) dan di
wilayah – wilayah Pasaribu dan
Lubis yang berada di Habinsaran
Tengah Sinaga, dan sepanjang
yang opung saya tau, Lubis ada
juga di Mandailing Selatan,
Pasaribu di Simanosor (Sibolga
Selatan) dan Barus Hulu.
Marga, begitu kisahnya secara
bersama – sama merupakan
kelompok Daulae di Padang
Lawas, Angkola Selatan, Sibolga
Selatan dan diantara tempat –
tempat lain, di Mandailing sebagai
marga penumpang.
Pada mulanya Sipahutar
menempati wilayah kecil dengan
nama yang sama di Humbang
Timur dari mana dia diusir
olehmarga Silitonga(Pohan) lantas
dia bergerak ke Pagar Batu,
Silindung dan Habinsaran.
Di Angkola Tengah dan Padang
Bolak Harahaplah marga yang
berkuasa; di Kuria Batang Toru di
Angkola Utara dan di Kuria Sayur
Matinggi di Angkola Selatan,
Pulungan.
Rambe merupakan marga yang
memerintah di beberapa wilayah
Dolok Timur.
Yang Kedua saya akan menjelaskan
Belahan SUMBA :
1. Nai Ambaton
Mempunyai anak :
1. Simbolon
Mempunyai anak :
1. Tunggul Sibisa
Mempunyai anak :
Simbolon Altong
Simbolon Tuan
Simbolon Pande
Simbolon
Panihai
2. Suhutni Huta
Mempunyai anak :
Suhut ni Huta
(Nai Ambaton di
Hulu Barus)
Sirimbang Hapotan
2. Munte
Mempunyai anak :
1. Sitanggang
Mempunyai anak :
Sitanggang Bau
Sitanggang Lipan
Sitanggang Upar
Sitanggang Silo
2. Sigalingging
Mempunyai anak :
Simanik Uruk
Marhabang Lali
3. Tambatua
Mempunyai anak :
1. Rumabolon
2. Ruma Ganjang
Mempunyai anak :
Gr. Sotindion
Mempunyai
anak :
Sidabutar
Sijabat
Sidari
Sidabalok
Gr. Sijouon
Mempunyai
anak :
Turnip
Sidauruk
Sitio
Gr. Saoan
Gr. Solaosom
Mempunyai
anak : Sialagan
Datu Ronggur
Mempunyai
anak : Sinapitu
Raja Tamba
Mempunyai
anak : Tamba
3. Ruma Horbo
4. Saragitua
Mempunyai anak :
1. O. Tuan Binur
Mempunyai anak :
Saeng
Simalanggo
Nadeak
Simarmata
2. Saragi
Mempunyai anak :
Sidabungke
Saragi Napitu
3. Tarigan
5. Sinahampung
Marga Simbolon dan Munte,
bersama dengan Saragitua,
tersebar di wilayah – wilayah
Samosir Barat. Pecahan – pecahan
dari Simbolon dan Sigalingging
ada juga yang pergi menuju Si
Onom Hudon dan Siambaton di
Barus Hulu; Sigalingging juga pergi
ke Salak, tempat sebagian mereka
membertuk marga sendiri.
Tambatua pada mulanya pergi ke
wilayah Tamba di daratan
Pandiangin. Raja Tamba menetap
disana, tetapi yang selebihnya
pergi ke Saamosir Timur Laut
Pandiangin dan menyebar di
wilayah itu.
Saragi menjadi marga yang
memerintah di wilayah swapraja
Raya di Pantai Timur Sumatera,
tempat ia bercabang – cabang
secara terpisah. Ia juga menduduki
sebuah daerah kecil ditengah
wilayah swapraja Siantar.
2. Nai Rasaon
Mempunyai anak :
1. Raja Mangarerak
Mempunyai anak :
1. Manurung
Mempunyai anak :
Huta gurgur
Huta Gaol
Simanoroni
2. Sitorus
Mempunyai anak :
Sitorus
Mempunyai
anak :
Pane
Dorling
Boltok
Sirait
Mempunyai
anak :
Siahaan
Siagian
Butar – butar
Mempunyai
anak :
Simananduk
Simananti
3. Purba
4. Tanjung – Sigulang
batu
Dari kelompok suku marga
Manurung, Sitorus, Sirait, dan
Butarbutar menduduki seluruh
Uluan dalam Kelompok kecil.
Sebagian Sitorus menduduki
wilayah kecil Sitorus di tengah –
tengah kelompok Pohan: dari sana
cabang – cabangnya memencar ke
sekitar Parsoburan, dan di sana
antara lain dikenal nama Pane.
Marga Purba dan Tanjung bisa
ditemukan di Pantai Timur
Sumatera dan Tanah Karo.
3. Nai Suanon (Tuan Sorbadibanua)
Mempunyai anak :
1. Sibagot ni Pohan
Mempunyai anak :
1. Tuan Sihubil
Mempunyai anak :
Tampubolon
Silaen
Baringbing
2. Tuan Somanimbil
Mempunyai anak :
Siahaan
Simanjuntak
Mempunyai
anak :
Nasution
Dalimunte
Hutagaol
3. Tuan Dibangarna
Mempunyai anak :
Panjaitan(Dairi)
Silitonga
Siagian(Pardosi)
Sianipar
4. Sonak Malela
Mempunyai anak :
Simangunsong
Marpaung
Napitupulu
Seluruh kelompok Pohan
tersebar di Toba Holbung,
Humbang sebelah Timur
dan di daerah Teluk Porsea,
juga di bagian Utara
Habinsaran. Bagian –
bagian dari kebanyakkan
marga itu ditemukan di
daerah itu, baik dalam
wilayah terpisah maupun
dalam bentuk gabungan.
Bagian – bagian kecil
dengan memakai nama
Pohan, juga memerintah di
Kuria Barus Mudik dan di
Kuria Anggoli. Di
Mandailing Utara dan
Batang Natal, Nasutionlah
marga yang memerintah.
Dalimunte terdapat di
Angkola Selatan. Kedua
marga ini dikatakan
termasuk kekelompok suku
itu.
2. Sipaettua
Mempunyai anak :
1. Pardungdang
Mempunyai anak :
Pangaribuan
Hutapea
2. Pangulu Ponggok
Mempunyai anak :
Hutahaean
Aruan
Hutajulu
3. Partano
Mempunyai anak :
Sibarani
(Sarumpaet)
Sibuea
Kelompok suku ini
menempati kawasan sekitar
Laguboti, hidup sendiri –
sendiri, atau dalam bentuk
gabungan. Sepanjang yang
saya ketahui, tidak ada
perserakan di tempat lain.
3. Silahisabungan
Mempunyai anak:
1. Sihaloho
Mempunyai anak :
Sinaborno
Sinapuran
Sinapitu
Masopang
2. Situngkir
Mempunyai anak :
Sipakar
Sipayung
3. Sondi
Mempunyai anak :
Ruma Sondi
Ruma Sigap
4. Sinabutar
5. Sinabariba
6. Sinabang
7. Pintubatu
Mempunyai anak :
Doloksaribu
Sinurat
Nadapdap
8. Tambunan
Mempunyai anak :
Lumbanpea
Baruara
Lumban Gaol
9. Turgan
Kelompok suku ini tidak
mempunyai kawasan
sendiri, tempat bagian –
bagiannya hidup bersama.
Ia menyebar ke seluruh
Tapanuli Utara, sementara
cabang – cabang besar
juga bisa ditemukan di
Pantai Timur(Khususnya di
tanah Karo), kadang
kadang dengan nama lain.
Puak – puak dari kelompok
ini terutama dijumpai di
wilayah – wilayah Silalahi
dan Paropo di Pantai
Danau Toba(Tanah
leluhurnya yang semula); di
wilayah – wilayah Parbaba
dan Tolping di Samosir
Utara; di wilayah – wilayah
Tinambun, Doloksaribu dan
di banyak tempat lain di
Uluan, tempat mereka
kadang – kadang tinggal
sebagai marga penumpang;
di wilayah Naiborhu dekat
Porsea; di wilayah –
wilayah Tambunan dan
Pagar Batu dekat Balige; di
wilayah Sigotom dekat
Sipahutar; dan juga di
Tuka, Sibolga Utara.
4. Si Raja Oloan
Mempunyai anak :
1. Naibaho
Mempunyai anak :
Siahaan
Sitangkarean
Sidauruk
Hutaparik
Siagian
2. Sihotang
(Sigodangulu)
Mempunyai anak :
Sipardabuan
Uruk
Sorganimusu
Sitorban dolok
Sirandos
Simarsolit
Sihotang
Hasugian
Lumbang Batu
3. Bakkara
4. Sinambela
5. Sihite
6. Simanullang
Naibaho menempati
wilayah kecil dekat
Panguruan; Sihotang
menempati wilayah dengan
nama yang sama di
daratan. Keduanya
menyebar ke Negeri Dairi;
Sihotang juga ke Barus
Hulu.
Bakkara, Sinambela, Sihite
dan Simanullang bermukim
di daerah leluhur. Dua yang
disebut belakangan ada
juga di Humbang dan
Barus Hulu. Sihite juga
merupakan bagian dari
wilayah si Ualu Ompu yang
kecil dekat Tarutung.
5. Toga Sumba
Mempunyai anak :
1. Sihombing
Mempunyai anak :
Silaban
Mempunyai
anak :
Sitio
Siponjot
Lumban Toruan
Mempunyai anak :
Huta Gurgur
Huriara
Nababan
Mempunyai anak :
Dolok
Toruan
Hutasoit
2. Simamora
Mempunyai anak :
Purba
Mempunyai anak :
Pantom
Hobol
Parhorbo
Sigulang batu
Manalu
Mempunyai anak :
Mangararobean
Mempunyai Anak :
Sorimunggu
RumaGorga
Sigukguhi
Ruma Ijuk
Ruma Hole
Mangaradolok
Mempunyaianak :
Paruma
Pareme
Datu
Napunjung
Datu
Soburion
Tongkot
Manodo
Debataraja
Mempunyai
anak :
-Babiat
-Naingol sampetua
Gaja Marbulang
Rambe
Kelompok Sihombing
menduduki daerah
Toga Sumba.
Masing – masing
dari keempat marga
(Cabang –
cabangnya belum
menjadi marga yang
terpisah) menempati
wilayahnya sendiri
dan hidup
bergabung dengan
bagian – bagian
dari yang lainnya.
Sebagian dari
kelompok ini
memencar ke Pahae
Barat Daya.
Kelompok Simamora
menduduki daerah
Togu Sumba. Puak
puak dari ketiga
marga yaitu Purba,
Manalu dan
Debataraja (cabang
– cabang mereka
belum menjadi
marga terpisah)
menduduki wilayah
mereka sendiri dan
hidup bergabung
dengan bagian –
bagian dari yang
lainnya. Marga
Rambe menempati
satu wilayah dengan
nama yang sama di
Barus Hulu bersama
bagian – bagian
dari ketiga marga
lainnya.
Hampirsemua puak
dari Simamora dan
Sihombing(kecuali
Rambe) menempati
wilayah kecil Tipang
dekat Bakkara,
sementara Simamora
juga ada di Bakkara
sendiri, tempat ia
pergi ke dataran
tinggi Humbang. Dia
juga merupakan
satu dari bagian –
bagian wilayah Si
Ualo Ompu dekat
Tarutung.
6. Togu Sobu (Hasibuan)
Mempunyai anak :
1. Sitompul
2. R Hasibuan
Mempunyai anak :
1. Guru
Mangaloksa
si opatPisoran
Mempunyaianak :
Hutabarat
Mempunyai anak :
Hapoltahan
Sisunggulon
Hutabarat
Pohan
Mempunyai anak :
Parbaju
Partali
Panggabean
Mempunyai anak :
LumbanRatus
Simorangkir
Lumban Siagian
Hutagalung
Mempunyai anak :
Miralopak
Mempuunyai
anak :
-Harean
-Napitupulu
;R.Inai na
Mempunyai
anak :
Inai na DasopangBotung HutaToruan
Mempunyai anak :
-Hutapea
-LumbanTobing
2. Guru
Hinobaan
Mempunyai
anak :
;Hasibuan
;Toga Sobu memiliki daerah
Leluhur di Lembah
Silindung kecuali keturunan
Guru Hinobaan yang hanya
bisa ditemukan di wilayah
Hasibuan yang berada di
Tanjung Sigaol.
Marga Sitompul, Hutabarat,
Panggabean, Hutagalung
dan Hutatoruan menduduki
wilayah mereka sendiri,
mereka bergabung di hanya
di wilayah POagar Batu
yang baru dibentuk kira –
kira 1880 dan berada di
pinggiran kelompok suku
Naipospos. Beberapa Marga
juga menjadi bagian dari
wilayah Si Ualo Ompu
dekat Tarutung. Setiap
Kuria di bagian Utara
Sibolga termasuk ke dalam
salah satu marga Sobu.
Hutagalung juga menyebar
ke Padang Lawas, terutama
ke kawasan Sungai
Barumun dan Sosa tempat
ia menduduki seluruh
selatan dengan nama
Hasibuan.
7. Naipospos
Mempunyai anak :
1. Toga Marbun
Mempunyai anak :
Lumban Batu
Mempunyai
anak :
-Marbun
-Sehun
-Meha
-Mungkur
-Banjarnahor
-Lumban Gaol
2. Toga Sipoholon
Mempunyai anak :
-Sinagabariang
-Hutauruk
-Simanungkalit
-Situmeang
Toga Naipospos menempati
wilayah Sanggaran dan
Sihikkit ke sebelah Barat
Parmonangan.
Inilah Silsilah dan Sejarah marga yang
saya ketahui dari Opung saya. Opung
saya sudah hidup lebih dr 75 tahun dan
menerangkan ini dengan baik seakan –
akan ingattannya masih setajam kita
yang masih muda. Mari kita Para
Pemuda dan Pemudi Batak agar
mendalami Silsilah dan Sejarah Suku
kita. Semangat Jiwa MUDA!!!!

Umpasa pantun batak

Umpasa,Umpama Bangso Batak
KUMPULAN UMPASA,UMPAMA BANGSO
BATAK
Manat unang tartuktuk, dadap unang
tarrobung Artinya: Sebelum melakukan
sesuatu lebih baik di teliti dulu situasi apa
yang mau dilakukan
Jolo nidodo asa hinonong Artinya: Sebelum
melakukan sesuatu lebih baik di teliti dulu
situasi apa yang mau dilakukan
Jolo tinaha garung niba, niantan sulangat
niba Artinya: Sebelum melakukan sesuatu
lebih baik kalau kita menyadari kemampuan
diri sendiri.
Aek godang tu aek laut, dos ni roha sibahen
na saut Artinya: Musyawarah untuk mufakat
Balintang ma pagabe tumandangkon
sitandoan
Arinta ma gabe molo marsipaoloan Artinya:
Kita akan mendapatkan keberhasilan jika
seia sekata
OK, TA JAHA MAJO MUSE KUMPULAN NI
UMPASA NA DITORU ON!
Dijolo raja sieahan, dipudi raja sipaimaon
(Hormatan do natua-tua dohot angka raja).
Sada silompa gadong dua silompa ubi,
Sada pe namanghatahon Sudema dapotan
Uli.
Pitu batu martindi sada do sitaon nadokdok
(Unang maharaphu tu dongan).
Jujur do mula ni bada,
bolus do mula ni dame
(Unang sai jujur-jujuri salani dongan, alai
bolushon ma).
Siboru buas siboru Bakkara, molo dung puas
sae soada mara
(Dame ma).
Sungkunon poda natua-tua, sungkunon gogo
naumposo
(Bertanggung-jawab).
UMPASA NI NAPOSO BULUNG.
Jolo tiniktik sanggar laho bahenon huru-
huruan,
Jolo sinukkun marga asa binoto partuturan.
Tudia ma luluon da goreng-goreng bahen
soban,
Tudia ma luluon da boru Tobing bahen
dongan.
Tudia ma luluon da dakka-dakka bahen
soban,
Tudia ma luluon da boru Sinaga bahen
dongan.
Silaklak ni dandorung tu dakka ni sila-sila,
Ndang iba jumonok-jonok tu naso oroan
niba.
Torop do bittang di langit, si gara ni api sada
do
Torop do si boru nauli, tinodo ni rohakku
holoan ho do
UMPASA MANJALO TINTIN MARANGKUP.
Hot pe jabu i, tong doi margulang-gulang
Sian dia pe mangalap boru bere i, tong doi
boru ni Tulang.
Amak do rere, dakka do dupang,
Anak do bere, Amang do Tulang.
Asing do huta Hullang, asing muse do huta
Gunung Tua,
Asing do molo tulang, asing muse do molo
gabe dung simatua.
UMPASA TU NA BARU MARBAGAS.
Dakka ni arirang, peak di tonga onan,
Badan muna naso jadi sirang, tondi mu
marsigomgoman.
Giring-giring ma tu gosta-gosta, tu boras ni
sikkoru,
Sai tibu ma hamu mangiring-iring, huhut
mangompa-ompa anak dohot boru.
Rimbur ni Pakkat tu rimbur ni Hotang,
Sai tudia pe hamu mangalakka, sai tusima
hamu dapot pansamotan.
Dekke ni sale-sale, dengke ni Simamora,
Tamba ni nagabe, sai tibu ma hamu mamora.
Sahat solu, sahat di parbinsar ni ari,
Leleng ma hamu mangolu jala di iring-iring
Tuhan ganup ari.
Ruma ijuk tu ruma gorga,
Sai tubu ma anakmuna na bisuk dohot
borumuna na lambok marroha.
UMPASA MANGAMPU
Molo so boi bulung ni tulan, pinomat bulung
ni salaon,
Ba molo so boi sahali sabulan, pinomat
sahali sataon.
Ni durung si Tuma laos dapot Pora-pora.
Molo mamasu-masu hula-hula mangido sian
Tuhan,
Napogos hian iba, boi do gabe mamora.
Songgop si Ruba-ruba tu dakka ni Hapadan,
Angka pasu-pasu na ni lehon muna,
Sai dijangkon tondi ma dohot badan.
Mardakka Jabi-jabi, marbulung ia si Tulan
Angka pasu-pasu na pinasahat muna,
Sai sude mai dipasaut Tuhan.
Naung sampulu sada, jumadi sampulu tolu,
Angka pasu-pasu pinasahat muna,
Sai anggiatma padenggan ngolu-ngolu.
Naung sapulu pitu, jumadi sapulu ualu,
Angka pasu-pasu pinasat muna hula-hula
nami,
Diampu hami ma di tonga jabu.
Habang pidong sibigo, paihut-ihut bulan,
Saluhut angka na tapangido, sai tibu ma
dipasaut Tuhan.
Obuk do jambulan, nidandan ni boru Samara
Pasu-pasu na mardongan tangiang sian
hula-hula,
AKKA UMPASA NA ASING
Simbora ma pulguk, pulguk di lage-lage,
Sai mora ma hita luhut, huhut horas jala
gabe.
Sinuan bulu sibahen na las,
Tabahen uhum mambahen na horas.
Sititik ma sigompa, golang-golang
pangarahutna,
Tung so sadia pe naeng tarpatupa, sai
anggiat ma godang pinasuna.
Tuat si puti, nakkok sideak,
Ia i na ummuli, ima ta pareak.
Napuran tano-tano rangging
marsiranggongan,
Badan ta i padao-dao, tondita i
marsigomgoman.
Mandurung di aek Sihoru-horu, manjala di
aek Sigura-gura,
Udur ma hamu jala leleng mangolu, hipas
matua sonang sora mahua.
umpasa halak batak di na laho marsirang
Pidong sitapitapi, habang diatas hauma
Horas ma hamu na hupaborhat hami
Horas hami na tininggalhonmuna
Dolok ni Panampahan, tondongkon ni
Tarabunga
Sai horas ma hamu dipardalanan songoni
dung sahat tu inganan muna
Tombak ni Sipinggan di dolok ni Sitapongan
Di dia pe hita tinggal, sai tong ma hita
masihaholongan
Molo adong naing manambai, silahkan di
koment.
Mauliate, horas.

Iwan fheno afi lagu barunya

http://soundcloud.com/iwan-afi-iwan-manurung/iwan-manurung-ijinkan-1

Senin, 25 Agustus 2014

Selasa, 08 Juli 2014

Pengartian REVOLUSI MENTAL JOKOWI


MENGARTIKAN REVOLUSI MENTAL
(Karlina Supelli).


Perkenankan saya terlebih dulu menegaskan bahwa kehadiran saya di sini adalah sebagai seorang undangan yang diminta untuk mengartikan istilah “Revolusi Mental” yang dikemukakan oleh Joko Widodo (Jokowi) dan Tim.
Penegasan ini saya kemukakan karena cara kita memahami sekarang ini diwarnai dengan kecenderungan untuk mengambil apa yang kita lihat dan dengar hanya menurut apa yang kita suka, atau menafsirkannya sesuai kepentingan kita.
Cara pikir ini cenderung mengabaikan substansi. Substansi inilah yang akan saya bicarakan.


Memahami Istilah

1. Untuk itu, pertama-tama perlu saya sampaikan bahwa istilah ‘Revolusi Mental’ banyak dipakai dalam sejarah pemikiran, manajemen, sejarah politik dan bahkan sejarah musik. Penggunaan itu terjadi baik di dunia Barat maupun Timur, baik oleh pemikir Islam, Kristiani, Hinduisme maupun (Zen) Buddhisme. Bung Karno pun pernah menggunakan istilah ini dalam pidato 17 Agustus 1956.

2. Istilah ‘mental’ adalah nama bagi genangan segala sesuatu menyangkut cara hidup – misalnya: ‘mentalitas zaman’. Di dalam cara hidup ada cara berpikir, cara memandang masalah, cara merasa, mempercayai/meyakini, cara berperilaku dan bertindak. Namun kerap muncul anggapan bahwa ‘mental’ hanyalah urusan batin yang tidak terkait dengan sifat ragawi tindakan dan cirri fisik benda-benda dunia. Daya-daya mental seperti bernalar, berpikir, membuat pertimbangan dan mengambil keputusan memang tidak ragawi (tidak kasat mata), tetapi dunia mental tidak mungkin terbangun tanpa pengalaman ragawi. Pada gilirannya, daya-daya mental pun dibentuk dan menghasilkan perilaku serta tindakan ragawi. Kelenturan mental, yaitu kemampuan untuk mengubah cara berpikir, cara memandang, cara berperilaku/bertindak juga dipengaruhi oleh hasrat (campuran antara emosi dan motivasi).

3. Karena itulah kita memakai istilah ‘mentalitas’ untuk menggambarkan dan juga mengkritik “mentalitas zaman”. Ada mentalitas petani, mentalitas industrial, mentalitas priyayi, mentalitas gawai (gadget), dsb. Mentalitas priyayi tentu bukan sekadar perkara batin para priyayi, melainkan cara mereka memahami diri dan dunia, bagaimana mereka menampilkan diri dan kepercayaan yang mereka yakini, cara berpakaian, bertutur, berperilaku, bertindak, bagaimana mereka memandang benda-benda, ritual keagamaan, seni, dsb.

4. Kekeliruan memahami pengertian mental (dan bahkan ada yang menyempitkannya ke kesadaran moral) membuat seolah-olah perubahan mental hanyalah soal perubahan moral yang tidak ada hubungannya dengan hal-hal ragawi seperti soal-soal struktural ekonomi, politik, dsb. Padahal kesadaran moral, atau hati nurani yang mengarahkan orang ke putusan moral yang tepat, hanyalah salah satu buah daya-daya mental yang terdidik dengan baik.

5. Kekeliruan ini muncul dari perdebatan menyangkut kaitan kebudayaan, struktur sosial dan pelaku. Kekeliruan itu terungkap dalam omongan kita sehari-hari: “Wah, itu masalah mental pelakunya!”, atau: “Tidak, itu masalah struktur!” Akibatnya, interaksi keduanya terasa putus. Pokok ini tidak perlu diurai panjang lebar di sini. Cukuplah disebut bahwa kesesatan itu melahirkan pandangan seakan-akan ‘kebudayaan’ berurusan hanya dengan ranah subyektif pelaku, sedangkan ‘struktur sosial’ berurusan dengan ranah obyektif tindakan. Dan keduanya tidak berhubungan. Itu pandangan primitif dan sesat.

6. Bagaimana kesesatan itu dikoreksi? Jawabnya: hubungan integral antara “mental pelaku” dan “struktur sosial” terjembatani dengan memahami ‘kebudayaan’ (culture) sebagai pola caraberpikir, cara-merasa, dan cara-bertindak yang terungkap dalam praktik kebiasaan sehari-hari (practices, habits). Di dunia nyata tidak ada pemisahan antara ‘struktur’ sebagai kondisi material/ fisik/ sosial dan ‘kebudayaan’ sebagai proses mental. Keduanya saling terkait secara integral.

7. Corak praktik serta sistem ekonomi dan politik yang berlangsung tiap hari merupakan ungkapan kebudayaan, sedangkan cara kita berpikir, merasa dan bertindak (budaya) dibentuk secara mendalam oleh sistem dan praktik habitual ekonomi serta politik. Tak ada ekonomi dan politik tanpa kebudayaan, dan sebaliknya tak ada kebudayaan tanpa ekonomi dan politik. Pemisahan itu hanya ada pada aras analitik. Pada yang politik dan ekonomi selalu terlibat budaya dan pada yang budaya selalu terlibat ekonomi dan politik.

8. Selain sebagai corak/pola kebiasaan, tentu kebudayaan juga punya lapis makna yang berisi cara masyarakat menafsirkan diri, nilai dan tujuan-tujuan serta cara mengevaluasinya. Kebudayaan juga punya lapis fisik/material karya cipta manusia termasuk sistem pengetahuan yang melandasinya. Namun dalam praktek sehari-hari ketiganya tidak terpisah secara tajam.

9. Contohnya adalah bagaimana selera dan hasrat terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan yang kita peroleh melalui struktur lingkungan. Konsumerisme sebagai gejala budaya lahir dari perubahan struktur lingkungan yang memaksakan hasrat tertentu agar menjadi kebiasaan sosial. Misalnya, kebiasaan berbelanja sebagai gaya hidup dan bukan karena perlu, atau menilai prestise melalui kepemilikan benda bermerek luar negeri.

10. Implikasi dari kekeliruan memahami gejala yang disebut pada butir 5 dan 6 di atas sangat besar. Pernyataan-pernyataan publik seperti pendekatan ekonomi dan politik sudah gagal sehingga diperlukan jalan kebudayaan adalah contoh kekeliruan memahami hubungan integral struktur, kebudayaan, dan pelaku. Kekeliruan itu juga melahirkan anggapan seakan-akan urusan perubahan mental akan menciutkan masalah-masalah kemiskinan dan korupsi sebagai perkara moral bangsa – “kalau moral berubah, selesailah masalah!”. Sungguh keliru anggapan itu.


Operasionalisasi Revolusi Mental

1. Dengan paparan di atas, bagaimanakah kita mengartikan ‘Revolusi Mental’? Revolusi Mental melibatkan semacam strategi kebudayaan. Strategi kebudayaan berisi haluan umum yang berperan memberi arah bagaimana kebudayaan akan ditangani, supaya tercapai kemaslahatan hidup berbangsa. Strategi berisi visi dan haluan dasar yang dilaksanakan berdasarkan tahapan, target setiap tahap, langkah pencapaian dan metode evaluasinya.

2. Tetapi karena ‘kebudayaan’ juga menyangkut cara kita berpikir, merasa dan bertindak, ‘revolusi mental’ tidak bisa tidak mengarah ke transformasi besar yang menyangkut corak cara-berpikir, cara-merasa dan cara-bertindak kita itu. Kebudayaan hanya dapat “di-strategi-kan” (Kebudayaan tentu bukan bidang yang dengan kaku dapat dikemas ke dalam kotak strategi. Oleh karena itu, pengertian “strategi” di sini lebih berfungsi sebagai semacam peta, jalan-jalan yang akan kita tempuh/hindari untuk menjelmakan visi kebaikan hidup bersama) jika kita sungguh memberi perhatian pada lapis kebudayaan tersebut. Karena itu, kunci bagi ‘Revolusi Mental’ sebagai strategi kebudayaan adalah menempatkan arti dan pengertian kebudayaan ke tataran praktek hidup sehari-hari.

3. Jadi, untuk agenda ‘Revolusi Mental’, kebudayaan mesti dipahami bukan sekadar sebagai seni pertunjukan, pameran, kesenian, tarian, lukisan, atau celoteh tentang moral dan kesadaran, melainkan sebagai corak/pola cara-berpikir, cara-merasa, dan cara-bertindak yang terungkap dalam tindakan, praktik dan kebiasaan kita sehari-hari. Hanya dengan itu ‘Revolusi Mental’ memang akan menjadi wahana melahirkan Indonesia baru.

4. Apa yang mau dibidik oleh ‘Revolusi Mental’ adalah transformasi etos, yaitu perubahan mendasar dalam mentalitas (lihat butir 4 untuk pengertian ini), cara berpikir, cara merasa dan cara mempercayai, yang semuanya menjelma dalam perilaku dan tindakan sehari-hari. Etos ini menyangkut semua bidang kehidupan mulai dari ekonomi, politik, sains-teknologi, seni, agama, dsb. Begitu rupa, sehingga mentalitas bangsa (yang terungkap dalam praktik/kebiasaan seharihari) lambat-laun berubah. Pengorganisasian, rumusan kebijakan dan pengambilan keputusan diarahkan untuk proses transformasi itu.

5. Di satu pihak, pendidikan lewat sekolah merupakan lokus untuk memulai revolusi mental. Di lain pihak, kita tentu tidak mungkin membongkar seluruh sistem pendidikan yang ada. Meski demikian, revolusi mental dapat dimasukkan ke dalam strategi pendidikan di sekolah. Langkah operasionalnya ditempuh melalui siasat kebudayaan membentuk etos warga negara (citizenship). Maka, sejak dini anak-anak sekolah perlu mengalami proses pedagogis yang membuat etos warga negara ini ‘menubuh’. Mengapa? Karena landasan kebangsaan Indonesia adalah kewarganegaraan. Indonesia tidak berdiri dan didirikan di atas prinsip kesukuan, keagamaan atau budaya tertentu.

6. Karena itu, pendidikan kewarganegaraan perlu diperkenalkan kepada siswa mulai dari usia dini. Dalam menjalankan Revolusi Mental, pendidikan kewarganegaraan merupakan tuntutan yang tidak dapat diganti misalnya dengan pelajaran agama. Sebaliknya, pelajaran agama membantu pendidikan kewarganegaraan.

7. Untuk keperluan pendidikan kewarganegaraan kita dapat menyusun pertanyaan: (a) Keutamaan/karakter baik (virtue) apa yang harus dipelajari oleh siswa agar menjadi warga negara yang baik? (b) Sebagai infrastuktur kultural, keutamaan/karakter baik (virtue) apa yang perlu dipelajari siswa untuk “menemukan kembali” Indonesia yang dicita-citakan bersama?

8. Sebagai contoh, jika gagasan tentang Indonesia yang mau dikembangkan adalah Indonesia yang bebas korupsi, maka keutamaan yang dididik adalah kejujuran; jika sasarannya adalah kebinekaan, maka yang dididik adalah pengakuan dan hormat pada keragaman budaya, agama, suku/etnisitas, dll; jika kepemimpinan, maka yang dikembangkan adalah tanggungjawab; dst.

9. Tampaknya memang tidak ada yang baru dari hal-hal yang disebut di atas. Dengan memusatkan perhatian pada perubahan kebiasaan sehari-hari yang punyai dampak kebaikan publik, kebaruan terletak pada cara mendidik. Proses pendidikan mesti bermuara ke corak kebiasaan bertindak. Artinya, pendidikan diarahkan ke transformasi dari pengetahuan diskursif (discursive knowledge) ke pengetahuan praktis (practical knowledge). Pengetahuan diskursif tentu sangat dibutuhkan dalam mengawal secara kritis kehidupan berbangsa-bernegara, namun biarlah sementara ini itu jadi urusan para intelektual/cendekia. Bagi agenda ‘Revolusi Mental’, yang paling dibutuhkan adalah pengetahuan praktis – transformasi pada tataran kebiasaan bertindak sehari-hari para warga negara dalam lingkup dan skala seluas bangsa.

10. Keutamaan (virtue) adalah pengetahuan praktis. Ini berarti bahwa dalam proses pendidikan, Revolusi Mental adalah membuat bagaimana kejujuran dan keutamaan lain-lainnya itu menjadi suatu disposisi batin ketika siswa berhadapan dengan situasi konkret. Ketika berhadapan dengan kesulitan saat ulangan, misalnya, siswa tidak lagi melihat kejujuran sebagai hal terpisah dari dirinya. Dia tidak lagi berpikir apakah akan mencontek atau tidak, karena kejujuran sudah menjadi kebiasaan, sudah menjadi habit. Kejujuran mengalir dari dirinya. Ibarat seseorang yang mahir berenang, dia tidak lagi perlu memikirkan ritme gerakan tangan dan kakinya. Gerakan itu menjadi bagian dirinya ketika dia berada di air.

11. Contoh lain bisa kita ambil dari Skandinavia dimana kesetaraan (equality) diajarkan sejak anakanak. Itulah mengapa sistem welfare state menjadi mungkin di Negara-negara Skandinavia. Kendati dikenai pajak progresif, warga memahami arti dan keutamaannya karena kesetaraan sudah menjadi sikap dasar (dan tentu saja juga karena penyelenggara negara yang akuntabel dan tidak korup). Di Jepang, sikap stoic (Jepang: gaman) sudah diajarkan sejak usia 3 – 6 tahun sampai menjadi kebiasaan dan sikap hidup sehari-hari. Kita tentu masih ingat reaksi tenang, rasional, terkendali dan hening masyarakat Jepang yang banyak dibahas media internasional ketika terjadi tragedi nuklir 2011.


Kantung-kantung Perubahan

1. Pendidikan di sekolah hanyalah bagian saja dari proses pendidikan warga negara. Padahal kalau sungguh mau dilaksanakan, Revolusi Mental harus menjadi gerakan kolosal berskala nasional. Gerakan itu mencakup masyarakat seluas bangsa agar perilaku sosial setiap individu menjadikan keutamaan warga negara sebagai kebiasaan.

2. Untuk itu, kita tidak perlu menunggu adanya kebijakan. Silakan memulai dengan membangun kantung-kantung perubahan dan menyusun siasat yang berfokus pada transformasi cara hidup sehari-hari kelompok-kelompok warga negara. Siasat itu melibatkan gerakan rutin dalam bentuk langkah-langkah konkret untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan yang punya dampak terhadap terwujudnya kebaikan hidup berbangsa dan bernegara.

3. Jadi, ‘Revolusi Mental’ bukanlah urusan membikin panggung di mana para selebriti mencari sorak dan puja-puji. Transformasi sejati terjadi dalam kesetiaan bergerak dan menggerakkan perubahan dalam hal-hal yang rutin. Hanya melalui kesetiaan inilah ‘Revolusi Mental’ akan terjadi. ‘Revolusi Mental’ juga tidak akan terjadi hanya dengan khotbah tentang kesadaran moral, serta tidak terjadi dengan pelbagai seminar dan pertunjukan. Semua itu cenderung jadi panggung slogan. Agar ‘Revolusi Mental’ menjadi siasat integral tranformasi kebudayaan, yang dibutuhkan adalah menaruh arti dan praksis kebudayaan ke dalam proses perubahan ragawi menyangkut praktik dan kebiasaan hidup sehari-hari pada lingkup dan skala sebesar bangsa. Arah itu juga merupakan resep bagi masyarakat warga untuk ikut terlibat secara ragawi dalam memulai dan merawat revolusi mental.

4. Jika pada awal Reformasi kita banyak membicarakan civil society, maka inilah arti civil society yang sebenarnya: civil society adalah gerakan para warga negara (citizens) untuk melaksanakan transformasi secara berkelanjutan bagi pemberadaban hidup bersama yang bernama Indonesia.
Itulah ‘Revolusi Mental’.


Sabtu, 05 Juli 2014

Doa dan Harapan seorang RELAWAN JOKOWI dan RAKYAT

Setahun lebih sudah KITA bersama kawan kawan BARA JP 2014(RELAWAN JOKOWI PrESIDEN)  - dari dunia Maya kita dipertemukanenjadi sebuah gerakan nyata
begitu banyak grup yang kita olah setahun ini....
begitu panjang perjalan kita Memaksa pak JOKOWI menjadi presiden negeri ini.... dan pak JOKOWI pun luluh bahkann  ibu  MEGA.... Yang kita tuntut sangat Sulit mencalonkan pak JOKOWI melalui macam gerakan yang kita sebut.... dengan *GERAKAN MORAL* 
melalui "theaterical menculik mega"  mengirimi Surat kpd MEGA bahwa kita RELAWAN bersama Rakyat menginginkan Jokowi PRESIDEN tetap lum luluhkan bu Mega..Bahkan kita mengemis dan berjuang meninta dukungan 15 juta tanda tangan dan poto copy KTP sebagai petisi nyata kita bahwa kita Relawan dan RAKYAT menginginkan JOKOWI presiden. .. akhirnya pada bulan maret ibu MEGA pun luluh....
setelah semua yg kita  miliki kita keluarkan.... doa doa kita.dana pribadi kita.waktu .dan pemikiran kita .
begity banyak kawan selama itu halangan dan rintangan kita lalui......
hinaan.cacian .makian dihujamkan kepada kita dan kita tetap berdiri teguh dan optimis...melewati itu semua dengan lapang dada dan Tegar.... . .bahkan hadangan dan tantangan itu makiN menggila ketIka pak JOKOWI  Dicapreskan. bukan saja hinaan n cacian lagi bahkan FITNAH DAN HASUT.SERTA KAMPANYE HITAM Kian merebak namun tak mematahkan semangat Kita.....
dan kita makin KOKOH DAN KUAT dengan semua itu...... karena sudah menjadialanan sehari hari kita diberanda FACEBOOK KITA
Kalian ingat seBAgian perjalanan itu kawan kawan.......????
KINI.... YAH kini.......masa tenang entah apa yang akan terjadi....
sekali lagi kawan kawan kita membutuhkan doa kalian kembali dari semua AGAMA. RAS dan SUKU dinegeri ini agar 9 juli menjadi hal yang terbaik dr semua perjalanan  dan perjuangan kita....dan rakyat
mari kawan kawan ajak sodara.keponakan .teman teman kita. untuk bersama sama mendoakannya......
Salam 2 jarl
"doa dan harapan seorang RELAWAN JOKOWI untuk  INDONESIA DAN GARUDA EMASKU."
#RONALDYOS
"RELAWAN JOKOWI Dunia maya"
#salam2jari
#JKW4P
Www.facebook.com/relawanjokowi7
Subang,05 juli 2014

Selasa, 24 Juni 2014

Slank dukung JOKOWI ; REVOLUSI MENTAL

JAKARTA, SACOM - Di markas Slank, Gang
Potlot Jakarta Selatan, Jokowi kembali
tegaskan komitmennya menolak keras koalisi
bagi-bagi kursi.
"Kalau ada yang datang minta kursi menteri
delapan, sudah enggak usah ke kita, Cawapres
gak usah,” tegas Jokowi (27/05).
Secara tidak langsung Jokowi memang
membenarkan kalau beberapa partai yang
menolak berkoalisi dengan PDI-P memang
meminta jatah kursi.
“Belum-belum kenalan sudah minta menteri,
apalagi menteri utama enggak," tegasnya lagi.
Berita Sebelumnya: Hore! Jokowi Ternyata
Anti Koalisi Bagi-bagi Kursi
Jokowi secara tidak langsung juga mengkritik
koalisi gemuk yang berjalan saat ini yang
terbukti toh tidak efisien juga. Meskipun ia
tidak menunjuk langsung koalisi yang menjadi
lawannya dalam Pilpres 2014.
"Kalau dihitung-hitung ada 64 kursi. Padahal
kan  undang-undang itu mengamanatkan 35
kursi," ujarnya.
Menurut Jokowi lagi, langkahnya itu termasuk
dalam revolusi mental dalam bidang politik.
Koalisi (PDI-P lebih senang menyebutnya
sebagai “kerjasama”) yang dibangunnya itu
semoga bisa membangun tradisi politik
Indonesia yang baru. Baca Juga: Ini
Implementasi Dari Revolusi Mentalnya Jokowi
Langkahnya ini menurutnya tentu butuh
keberanian. Nilai-nilai baru harus segera
dibangun, tradisi lama harus ditinggalkan
karena terbukti tidak efektif.
Sementara menanggapi rekomendasi 46 nama
calon menteri dari Slank Jokowi berjanji akan
mempertimbangkannya dengan sangat serius.
Tapi bukan berarti langsung diterimanya
begitu saja, termasuk dari partai-partai
koalisinya yang terdiri dari NasDem, PKB,
Hanura dan PKP Indonesia.
Kalau memang sesuai dengan kriteria, bukan
mustahil nama-nama yang direkomendasikan
akan dipilihnya mengisi kursi menteri.
Sementara itu dedengkot Slank, Bimbim,
mengakui telah memberikan 46 nama kepada
Jokowi-JK untuk menduduki kursi menteri.
"Jokowi datang ke Potlot, kami ingin ngasih
ide ada beberapa nama, 46 nama yang
negarawan, yang bisa jadi gambaran. Insya
Allah bisa jadi pemimpin kita," kata pria
berperawakan ceking itu.
Sayang sekali Jokowi enggan membeberkan
secara detail 46 nama itu. Gubernur DKI
Jakarta itu hanya menyebut satu nama, tokoh
muda Anies Baswedan. "Salah satu namanya
pak Anies Baswedan," ujar Jokowi.

Minggu, 22 Juni 2014

Pokoknya prabowo nomor satu :p

Pokoknya Prabowo nomor 1
18-06-2014 13:06
* Aku nggak suka jokowi karena jokowi
non muslim, keluarganya jokowi non
muslim.
Pilih pemimpin itu jangan berasal dari
keluarga non muslim.
Lho ko' ternyata jokowi dan
keluarganya muslim semua, Udah haji
lagi, Malah keluarganya prabowo yg
Nonmuslim, adiknya prabowo pembina
kristen gerindra, Ya UDAHLAH lah ...
Pemimpin non muslim ya nggak papa,
pemimpin non muslim boleh ko' kalo
prabowo.
* Aku nggak suka jokowi karena jokowi
antek asing, Pilih pemimpin itu harus
anti asing dan anti amerika.
Lho ko' ternyata prabowo antek
asing dan adiknya bilang gerindra
dan prabowo sangat pro amerika dan
akan memberi kebijakan khusus
kepada amerika dalam pemerintahan
prabowo?
Ya Udahlah
Pemimpin Antek asing juga nggak
papa, Jadi boneka amerika juga nggak
papa kalo prabowo.
*Aku nggak suka jokowi karena
mewariskan pemimpin Non Muslim. Kalo
jokowi jadi presiden kan ahok yg non
muslim jadi gubernur DKI. Ahok yg
bawa2 nyampek DKI siapa sih, Lho,
mas prabowo ya ternyata yg bawa,
yaudah deh kalo mas prabowo yg
bawa gpp.
kembali ke statemen pertama
pemimpin non muslim gpp
* Aku nggak suka Jokowi karena d
dukung syi'ah dan ahmadiah.
Harusnya syi'ah dan ahmadiah itu di
hapuskan dari negeri ini. Orang gila
yang belain mereka, udah tau
melenceng dari ajaran islam ko' masih
di bela2in, Lho ko' mas wowo ikutan
belain http://www.tribunnews.com/
pemilu-201...aligus-ditagih Yaudah
deh, syi'ah dan ahmadiah nggak
papa, prabowo tetep di hati
*Aku nggak suka jokowi karena buka
rekening untuk dukung jokowi, Apa'an
tuh masak pemimpin ko' minta2
kepada rakyatnya. Harusnya bagi2
uang bukan ngemis minta2 uang. "Lho
ko' prabowo ikut2an buka rekening? ,
yaudahlah ... emmm ... gak papa, ikut
buka rekening juga nggak papa biar
dana kampanye lebih transparan dan
kl sudah menjabat nggak ada beban
untuk mengembalikan dana kampanye
lewat korupsi.
Buka rekening, Minta sumbangan,
Ngemis2 ke rakyat boleh ko' kalo
prabowo.
*Aku nggak suka jokowi karena bikin
simulasi debat capres, Masak pemimpin
ko' kayak gitu, apa takut kalo nanti
kalah saingan sama prabowo? ko'
sekarang prabowo ikut2an bikin
simulasi debat capres? yaudah kl pak
prabowo tiru2 bikin debat capres gpp.
Bikin simulasi itu boleh kalo prabowo,
*Aku nggak suka jokowi karena dia
pencitra'an, waduk ria rio, waduk
pluit, pasar tanah abang, jakarta
sehat, jakarta pintar, track record
apa itu itu pencitra'an semua,
bagusan
prabowo lah nggak ada track
recordnya nggak ada pencitra'an
kan gan, aman gan
*Aku nggak suka Jokowi karena dia
itu kerempeng, Masak presiden ko'
krempeng kayak gitu, Udah krempeng,
miskin, sukanya blusuk'an kumpulnya
sama orang2 miskin, kapan kayanya?
Mendingan mas prabowo dong,
Ganteng, Gagah, Kaya, Punya
pesawat pribadi, Mobilnya keren,
rumahnya mewah, Suka jalan2 ke luar
negri, Besar dan sekolah di amerika,
mampir yordania . oh my prabowo
*Aku paling suka prabowo yang tanpa
pencitra'an, beliau itu paling benci
pencitra'an, paling nggak suka dan
nggak nyaman di depan kamera.
paling cuma sesekali aja pas bikin
iklan gerindra selama kurang lebih 12
tahun aja gan
*Aku suka prabowo karena dia mau
nasionalisasi perusaha'an asing gan ,
Lho ko' nggak jadi? apa pak prabowo
belum mempelajari kontraknya? kan
emang kontraknya masih lama, apa
mau di nasionalisasi sekarang?
yaudahlah nggak papa,
nggak jadi nasionalisasi juga nggak
papa pak, yang penting prabowo .
* Aku suka prabowo karena nggak
bagi2 kursi, Lho ko' malah bagi2 kursi
di depan, malah menteri utamanya
ada 2, ARB dan Mahfud MD , gimana
ini ngaturnya, apa ada jabatan yg
lebih tinggi dari mentri, atau
statusnya mentri tapi gajinya lebih
tigggi, yaudah nggak mikir, mau
bagi2 kursi, mentrinya banyak juga
boleh kalo prabowo,
* aku sebenarnya nggak suka FPI
yang suka anarkis, apalagi kalo orasi
sukanya ngrusak membabi buta. Lho
ko' FPI dukung prabowo, yaudah deh
aku juga ikut dukung FPI,
anarkis nggak papa asal dukung
prabowo.
*Aku sebenernya nggak suka ARB,
kasus lapindonya itu lho, apa nggak
kasihan rumahnya yg tenggelam
nggak ada kejelasan ganti rugi. Lho
ko' ARB ikut dukung prabowo, yaudah
deh lupain kasus lapindo, anggap
semuanya sudah selesai,
kalo ARB dung prabowo otomatis
dosa2 lapindo terhapuskan.
*Aku sebenarnya nggak suka PKS
yang heboh karena korupsi daging
sapi. Tapi kalo PKS dukung prabowo,
ya gak papa lah, lagi pula
korupsi daging sapi kan nggak
seberapa yg penting dukung Prabowo.
*Aku suka Prabowo karena beliau mau
mendukung KPK dan memperkuat KPK
untuk menghukum para koruptor. Lho
ko' SDA kena kasus Korupsi dana haji,
tapi kan SDA dukung prabowo dan
prabowo bilang SDA tidak bersalah,
yaudah pasti pak prabowo yang
benar dan KPKnya salah, KPK jangan
galak2 ya, SDA tidak bersalah,
prabowoku yg bilang lho.
yang dukung prabowo itu semuanya
baik.
* Aku suka Prabowo karena IQ nya
tinggi, lho ko' ternyata IQ tingginya
bo'ongan nggak valid, Yaudahlah IQ
rendah juga nggak papa kl prabowo ,
Data nggak Valid juga nggak papa
asal prabowo[/B].
*[B]Aku suka prabowo karena belau
tahu kebocoran negara sampai 7200
Trilyun, Lho ko' ternyata datanya
nggak valid. yaudah lah seperti
statemen yg sebelumnya,
data nggak valid nggak papa kalo
prabowo .
*Prabowo itu keturunan ningrat lho,
jokowi itu terlalu berani cipika cipiki
sama keturunan ningrat. dia kan
rakyat biasa, yg di podium itu bonus,
harusnya jokowi berterimakasih
karena di beri kesempatan cipika
cipiki sama prabowo di depan podium
* Yang paling aku suka dari prabowo
itu banyak banget janjinya, jokowi
mana berani bikin janji2 seperti itu,
http://www.kaskus.co.id/thread/
53996...-jokowi-masuk/ Prabowo
adalah presiden Puja'anku
*Aku nggak suka jokowi karena dia
punya Jasmev, aku paling benci sama
jasmev, nggak di bayar ko' di bela2in.
lho ko' prabowo ikut2an bikin panas
bung, bayaranya 2,5jt/bulan
http://majalah.detik.com/
read/2014/0...kuan-panasbung
yasudahlah Panasbungnya prabowo
nomor 1, Dasar jokowi nggak modal
udah di bela2in masak nggak dibayar.
Panasbungnya prabowo dong 2,5jt/
bln, Mengurangi peganggguran,
hebat kan, Prabowo!!!
Quote:
Intinya aku nggak suka jokowi, mau
dia islam kek, trackrecordnya
setinggi langit kek, bikin negara
kaya, dekat dengan rakyat, hapus
utang luar negri, memakmurkan
negara apa sajalah, aku nggak suka
ya nggak suka.
Aku maunya Prabowo yang jadi
Presiden, mau dia non muslim kek,
antek asing kek, ikut2an jokowi kek,
nggak kreatip kek, nggak ngapa2in
kek, PKS, FPI, PKI, TKI, mau negara
jadi bangkrut kek, pelanggar ham
kek, Tekek kek, bagiku Prabowo tetap
nomor 1 mencontek dan meniru program dan gaya JOKOWI
Hahaghaghahag.....
Salam dua jari
Www.facebook.com/relawanjokowi7

Jumat, 20 Juni 2014

Titisan SOEKARNO adalah....??

kata prabowo dia merupakan titisan
soekarno
1. segi lahir prabowo 17 oktober 1951
sedangkan soekarno 6 juni 1901 dan
wafat 21 juni 1970
2. segi gelar komandan jendral
prabowo, sedangkan Ir.soekarno
3. segi perhargaan prabowo cuma
dibidang militer sedangkan soekarno
(Penghargaan bintang kelas satu The
Order of the Supreme Companions of
OR Tambo yang diberikan dalam
bentuk medali, pin, tongkat, dan
lencana yang semuanya dilapisi emas
dari Presiden Afrika Selatan, Thabo
Mbeki, atas jasa Soekarno dalam
mengembangkan solidaritas
internasional demi melawan
penindasan oleh negara maju serta
telah menjadi inspirasi bagi rakyat
Afrika Selatan dalam melawan
penjajahan dan membebaskan diri
dari politik apartheid. Penyerahan
penghargaan dilaksanakan di Kantor
Kepresidenan Union Buildings di
Pretoria (April 2005).)
secara sengaja atau tidak sengaja
ataupun petunjuk dari mahakuasa
1.jokowi lahir pada tanggal 21
juni1961,soekarno wafat tgl 21 juni
1970,,dari segi perkataan orangtua
dulu,,telah lahir kembali yang akan
penerus soekarno
2. dari segi gelar sama insinyur,yaitu
ir.soekarno dan ir.jokowidodo
3.dari segi perhargaan
Nominasi World Mayor 2012, 10 Tokoh
2008 versi majalah Tempo (jokowidodo)
a. Gelar Doktor Honoris Causa dari 26
universitas di dalam dan luar negeri
antara lain dari Universitas Gajah
Mada, Universitas Indonesia, Institut
Teknologi Bandung, Universitas
Padjadjaran, Universitas Hasanuddin,
Institut Agama Islam Negeri Jakarta,
Columbia University (Amerika
Serikat), Berlin University (Jerman),
Lomonosov University (Rusia) dan Al-
Azhar University (Mesir).(soekarno)
b.Penghargaan bintang kelas satu
The Order of the Supreme
Companions of OR Tambo yang
diberikan dalam bentuk medali, pin,
tongkat, dan lencana yang semuanya
dilapisi emas dari Presiden Afrika
Selatan, Thabo Mbeki, atas jasa
Soekarno dalam mengembangkan
solidaritas internasional demi
melawan penindasan oleh negara maju
serta telah menjadi inspirasi bagi
rakyat Afrika Selatan dalam
melawan penjajahan dan
membebaskan diri dari politik
apartheid. Penyerahan penghargaan
dilaksanakan di Kantor Kepresidenan
Union Buildings di Pretoria (April
2005).(soekarno)
jadi berdasarkan fakta,ataupun segi
gelar bahwa yang titisan soekarno
adalah IrJoko Widodo, semoga di
pilpres nanti sebagai kado terindah
kepada bapak jokowidodo yaitu
sebagai penerus soekarno dan
membuat perubahan di negeri ini.

Salam dua jari

Senin, 02 Juni 2014

Kami Relawan adalah PErubahan


capres sebelah kok selalu mengcopy gaya
kita trus yah..... semuanya cara kita
diikuti kita punya relawan eh dia jg jadi
ada
kita punya rekening dari rakyay eh dia
juga ada...
cuman satu hal yang gak mereka punya
kita adalah RELAWAN YANG MURNI
YANG TAK BISA MEREKA PUNYA
HAMPIR SATU TAHUN KITA BERJUANG
BAHKAN SEBELUM JOKOWI NYAPRES
KITA TELAH LAMA
BERJUANG .CACIAN.MAKIAN .BAHKAN
DIBILANG GILAK.
dan itu smua menjadi makanan kita
seharihari didunia Maya atai Sosmed.
.kita telah lalui hal kawan bahkan sebelum
kaum PANASBUNG OR CYBER ARMY sang
Jendral itu ada didumay...
SEMENTARA itu MEREKA pndukung
capres sebelah.....mengaku Relawan tapi
didanai oleh TIMSESnya dan partai
pendukungnya.....
itu lah kemenangan kita dan perbedaan
nya...
kita Rela dan iklash
mereka dubayar n didanai..
kita hanyaengingikan Bangsa yang baik
merekaenginginkan bangsa yang penuh
dengan BALAS JASA KELAK.
KITA Berjuang Berdasarkan NURANI.
Mereka berdasarkan arahan....
Kita berjuang dengan Segenap
tenaga .pemikiran.dan semangat
merka berjuang karena partisipan.kade
r.ataupun titipan dr partai partai
pendukung..
" JANGAN GENTAR MEREKA MAU
BICARA APA KARENA KiTA INI
RELAWAN MURNI "
"" MEREKA HANYA TITIPAN YANG
BETHARAP JASA UNTUK PRIBADINYA
DAN KRONI KRONINYA ""
""" KITA BERJUANG UNTUK BANGSA
DAN ANAK CUCU KITA ""
KATAKAN PADA DUNIA DENGAN
LANTANG DAN KERAS
"" KAMI ADALAH BARISAN RELAWAN
BANGSA UNTUK INDONESIA HEBAT
Bulan RELAWAN UNTUK PRESIDEN
HEBAT ""
BY :
# RYP
Ronald Yos Parhusip - Subang
BARA JP 2014 -TANGER ANG
SEKRETARIAT 2013 -BANTEN
RELAWAN untuk INDONESIA HEBAT
info : m.beritasatu.com/pemilu-2014/
120140-barisan-relawan-jokowi-p
residen-2014-dibentuk.html
m.beritasatu.com/pemilu-2014/120140-
barisan-relawan-jokowi-presiden-2014-
dibentuk.html
video ' 15 juni 2013
m.youtube.com/watch?v=5yJm-rhhf5Y
www.tribunnews.com/nasional/
2013/09/05/relawan-jokowi-surati-
megawati

Sabtu, 31 Mei 2014

Pilihanku bagiku dqn bangsaku

Jokowi Atau Prabowo : "Ketika
Sentimen Agama Bertarung Dengan
Nalar"
Saya perhatikan, baik di sosial media
maupun di lingkungan sekitar saya,
sebagian dari mereka yang
memutuskan untuk mendukung
Prabowo di dasari oleh sentimen
agama. Rumor bahwa Jokowi adalah
Kristen dan orang tuanya adalah
keturunan Tionghoa semakin
menguatkan sentimen tersebut, walau
tidakpernah diketahui secara pasti
seberapa besar pengaruhnya.
Masyarakat yang gampang terhasut
dan enggan melakukan cek-recek
informasi, dengan mudah termakan
oleh rumor tersebut.
Mereka yang melek informasi tahu
bahwa Jokowi adalah seorang muslim.
Orang tua dan semua adik-adiknya
sudah berhaji. Kampanye hitam yang
menyerang keislaman Jokowi menjadi
bumerang ketika terungkap bahwa
Ibu dari Prabowo beragama Kristen,
begitu pula dengan kakak dan
adiknya, semuanya beragama
Kristen. Adik prabowo, Hashim S.
Djojohadikusumo, merupakan Ketua
Dewan Pembina KIRA (Kristen
Indonesia Raya), organisasi sayap
Kristen partai GERINDRA
(kepengurusan KIRA dapat dilihat
pada situs resmi KIRA di http://
www.kiragerindra.org/index.php/
content/page/11 )
Walau Jokowi terbukti seorang muslim,
bagi sebagian muslim itu tidak cukup,
karena di belakangnya ada PDIP.
Bagi mereka, PDIP adalah partai
Kristen, sehingga mendukung Jokowi
sama saja dengan mendukung
Kristen. Padahal kita semua tahu
bahwa baik PDIP maupun GERINDRA,
keduanya bukanlah partai Kristen.
Saya tidak pernah menjadi
simpatisan partai manapun. Saya
malah cenderung apatis terhadap
partai politik. Hal ini merupakan
dampak dari kekecewaan saya
terhadap tingkah-laku sebagian
anggota DPR yang korup dan sering
kali tidak berpihak pada rakyat. Jadi
bagi saya sama saja, apakah itu
partai islam atau partai nasionalis,
semuanya bermasalah. Ketua Partai
Demokrat tersangkut korupsi
Hambalang, presiden PKS tersangkut
korupsi sapi, ketua PPP tersangkut
korupsi haji, ketua Partai Golkar
tersangkut kasus lumpur, ketua
Partai Gerindra pernah dipecat dari
TNI, dan sebagainya. Semua hal di
atas bukanlah rumor, tapi fakta. Jadi
tidak ada satu pun partai di
Indonesia ini yang bebas dari
masalah.
Saya bukan fans-nya PDIP dan
tidak pernah seumur hidup pun
(sampai sekarang) menjadi simpatisan
PDIP. Namun harus saya akui secara
objektif bahwa PDIP membuat
terobosan baru dengan
menghadirkan Ibu Risma di
Surabaya, Pak Ganjar di Jawa
Tengah, serta Pak Jokowi di Solo dan
DKI. Saya juga mengapresiasi
GERINDRA yang mengusung Ahok di
DKI dan Ridwan Kamil di Bandung.
Ketika PILKADA dan PILEG, saya
tidak peduli dengan partai
pengusungnya. Bagi saya semua
partai politik sama bobroknya. Yang
saya lihat adalah tokohnya.
Karenanya di PILEG kemarin, tiga
tokoh yang saya pilih untuk DPR,
DPRD I dan DPRD II, berasal dari
tiga partai yang berbeda.
Sebagian orang masih saja
mempermasalahkan bahwa jika Jokowi
menjadi presiden, maka Ahok yang
diusung oleh GERINDRA di PILKADA
DKI Jakarta akan menjadi gubernur.
Padahal Ahok itu non-muslim dan
keturunan Tionghoa.
Kalau Ahok non-muslim dan
keturunan Tionghoa memangnya
kenapa? Sepanjang ia jujur, cerdas,
tulus dan punya nyali untuk
memberantas korupsi dan berbagai
penyimpangan, kenapa harus
dipermasalahkan agama dan
keturunannya. Gubernur DKI
sebelumnya tidak ada yang berani
menyentuh Tanah Abang, tapi Ahok
dengan keberaniannya membereskan
Tanah Abang. DISKOTIK STADIUM di
Jakarta sudah berdiri 16 tahun, dan
menjadi sarang maksiat, transaksi
seks dan narkoba, namun tidak ada
satu pun gubernur Jakarta (yang
notabene selalu muslim) yang berani
menutupnya, bahkan seorang
Gubernur Jakarta yang berlatar
belakang jenderal militer sekalipun
seperti Bang Yos. Tapi Ahok, begitu
mendapat mandat menjadi Plt
Gubernur DKI, tanpa basa-basi
langsung menutupnya. Jadi ketegasan
itu tidak diukur dari apakah dia
militer atau sipil; dan kejujuran juga
tidak diukur dari apakah dia muslim
atau bukan. Orang yang jujur, cerdas,
tulus dan berani mati seperti Ahok ini
yang kita perlukan untuk membenahi
Jakarta. Tidak peduli apa agama dan
etnisnya.
Saya bukan dan tidak pernah
menjadi fans-nya ibu Megawati.
Namun untuk PILPRES 2014 ini,
kurang fair rasanya jika saya tidak
memberikan apresiasi kepada Ibu
Mega. Beliau adalah satu-satunya
ketua partai yang tidak mencalonkan
dirinya menjadi presiden. PDIP sering
diidentikkan dengan keluarga
Sukarno. Ibu Mega memiliki
kesempatan dan kekuasaan untuk
mencalonkan dirinya menjadi capres,
namun dengan legowo ia serahkan
posisi tersebut kepada Jokowi yang
tidak ada hubungan darah sama
sekali dengan keluarga Sukarno.
Untuk menjaga keberlanjutan trah
Sukarno, maka sangat logis jika Puan
Maharani menjadi cawapres. Namun
lagi-lagi dengan legowo, posisi
cawapres diberikan kepada Jusuf
Kalla, orang di luar PDIP. Saya
sangat respek dengan sikap ibu
Megawati tersebut, apalagi di
tengah-tengah ambisi semua ketua
partai politik yang berlomba-lomba
ingin menjadi capres dan cawapres.
Ketika diresmikan menjadi capres,
Jokowi menegaskan bahwa tidak akan
ada bagi-bagi jatah kursi menteri
dengan parpol koalisinya. Dia akan
memilih sendiri menterinya dengan
penilaian kapasitas dan kualitas.
Yang ingin bergabung dengan koalisi
PDIP, maka ia harusbergabung tanpa
syarat, tanpa meminta jatah
cawapres atau menteri. Terbukti, baik
ketua partai NASDEM, PKB maupun
HANURA, tidak ada satupun yang
menjadi cawapres. Jokowi
membuktikan bahwa dirinya memiliki
sikap tegas, karena tegas itu bukan
diukur dari suara yang tinggi berapi-
api, tapi dari keputusan yang tidak
mengenal kompromi.
MataNajwa edisi “Jokowi atau
Prabowo” yang ditayangkan METRO
TV tanggal 28 Mei yang lalu membuka
mata banyak orang tentang siapa
orang-orang di balikJokowi dan
Prabowo. Sebagian kawan yang
tadinya masih bingung, akhirnya
menetapkan pilihan setelah melihat
tayangan tersebut. Kubu Prabowo
mengirimkan dua orang terbaiknya,
Mahfud M.D. (Ketua Tim Pemenangan
Prabowo – Hatta) dan Fadli Zon
(Wakil Ketua Umum GERINDRA dan
Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo
– Hatta). Tidak ada orang yang
jabatannya lebih tinggi dari kedua
orang ini di kubu Prabowo. Kehadiran
mereka berdua dilengkapi oleh Ahmad
Yani (Ketua DPPPPP).
Sementara kubu Jokowi diwakili oleh
Anies Baswedan (Juru Bicara Tim
SuksesJokowi – JK), Maruarar Sirait
(Ketua DPP PDIP), dan Adian
Napitupulu (aktivis ’98 dan pendiri
FORKOT). Bagi yang belum menonton,
berikutlink rekaman-nya: http://
youtu.be/k-f7dEuydR0
Banyakorang yang memuji PakAnies
Baswedan karena penuturannya yang
sangat baik, santun dan sistematis.
Namun bagi saya informasi yang
paling krusial malam itu adalah
pemaparan Pak Mahfud M.D. yang
membeberkan secara blak-blakan
bahwa ia memilih bergabung ke kubu
Prabowo karena sakit hati dengan
PKB dan Pak Muhaimin Iskandar.
Keputusan ini memiliki beban psikologis
yang sangat berat ujar Pak Mahfud,
sampai ia harusmengalami pergolakan
batin selama tiga hari tiga malam,
bahkan sampai mengucurkan air
mata. Berbeda sekali dengan
PakAnies Baswedan yang dengan
sangat rileks mengatakan “simpel”,
tidak ada beban moral sama sekali
ketika memutuskan pilihan kepada
Jokowi – JK.
Pak Mahfud yang lugu kemudian
membuka rahasia koalisi bahwa Fadli
Zon mengatakan kepada dirinya,
sebenarnya dalam hatinya Fadli Zon
ingin Pak Mahfud yang menjadi
cawapres bukan Pak Hatta. Bagi Fadli
Zon “rayuan gombal” semacam itu
adalah praktek yang biasa,
karenanya seringkali kata-katanya
tidak bisa dipegang dan
dipertanggung jawabkan. Saya
sangat bersimpati kepada Pak
Mahmud yang lugu. Benar kata
banyak orang, janganlah belanja
dikala lapar. Janganlah membuat
keputusan dikala sakit hati.
Hal lain yang santer dikampanyekan
untukmenyerang Jokowi adalah ia
pemimpin yang ingkar janji dan tidak
jujur, karena belum dua tahun
memimpin Jakarta sudah pergi
mencalonkan menjadi presiden R.I.
Sedangkal itukah definisi jujur dan
ingkar janji? Sedangkal itukah
kriteria yang kita gunakan dalam
memilih calon presiden yang akan
menentukan nasib 240 juta penduduk
Indonesia? Fadli Zon yang selama ini
sangat agresif menyerang Jokowi,
tidak pernah bosan mengulang-ulang
retorika “ingkar janji”.
Namun ketika Bang Ara mengatakan,
bahwa Fadli Zon dan partai Gerindra
lah yang memboyong Jokowi dari Solo
dan mencalonkannya menjadi
gubernur DKI Jakarta padahal masa
tugasnya sebagai walikota Solo masih
tiga tahun lagi, Fadli Zon harus
menelan ludahnya sendiri. Mengapa
Fadli Zon, seringkali tidak bisa jujur
terhadap kata-kata yang
diucapkannya? Sebagian dari kita
tentu masih ingat ketika Prabowo
mengatakan bahwa Fadli Zon sangat
cocok untuk menjadi menteri
pendidikan (Kompas, 12 Juli 2013). Apa
jadinya anak-anak kita nanti, jika
menteri pendidikan-nya memiliki
sifat dan watak seperti Fadli Zon?
Saya membayangkan menteri
pendidikan itu seharusnya orangnya
santun, cerdas, dan memiliki jiwa
pendidik dan integritas moral yang
tinggi seperti Pak Arief Rachman
atau Pak Anies Baswedan.
Pak Jokowi tidak meninggalkan
Jakarta. Tapi ia akan membangun
Jakarta bukan dari balai kota, tapi
dari istana negara. Seperti yang
pernah beliau contohkan, untuk
mengatasi macet di Jakarta, yang
perlu dibangun bukan hanya di
Jakarta saja, tapi harus
disambungkan dengan Depok, Bogor,
Tangerang dan Bekasi. Gubernur
Jakarta tidak bisa mengkoordinir itu
semua, semua kepala daerah harus
setuju dan menandatanganinya.
Contoh kongkrit adalah
otoritastransportasi Jabodetabek
yang sudah hampir 1,5 tahun tapi
tidak pernah selesai karena masalah
wewenang dan koordinasi. Jika ia
menjadi presiden maka segalanya
akan jauh lebih mudah, karena semua
kepala daerah berada di bawahnya.
Pada Pilkada kota Solo yang pertama
Jokowi meraup 36,62% suara, dan
didaulat menjadi walikota Solo selama
lima tahun (2005 - 2010). Tahun 2010,
ia mencalonkan kembali, dan meraup
persentase suara sebesar 90,09%.
Artinya Jokowi berhasil membuktikan
kinerjanya di Solo, dan rakyat
memilihnya kembali. Oleh karena
itulah Fadli Zon dan partai Gerindra
memboyong Jokowi keJakarta untuk
dicalonkan menjadi Gubernur DKI
walaupun masa baktinya masih tiga
tahun lagi, karena urgensi Jakarta
sebagai ibu kota lebih besar. Ketika
itu, ia tidak pernah melabeli Jokowi
dengan sebutan pemimpin ingkar
janji.
Terakhir, saya ingin mengutip pesan
Pak Anies Baswedan, “Kalau Anda
ingin menjadi pemimpin, lakukan
sesuatu bagi rakyat, lakukan kerja
untuk masyarakat. Bukan semata-
mata menggunakan dana untuk
berkampanye dengan nilai yang
fantastis. Dana yang sama bisa
dilakukan untuk petani, nelayan,
untuk pendidikan, daripada untuk
beriklan selama bertahun-tahun.
Kita membutuhkan orang yang bukan
memburu kekuasaan. Berikan amanat
itu justeru kepada orang yang tidak
memburu amanat itu.”
mudah-mudahan tulisan sederhana
ini bisa memberikan pencerahan bagi
teman-teman yang masih galau
dalam menentukan pilihannya.
Sebagian orang berkata percuma kita
menulis, toh hasilnya tidak akan
memiliki dampak apa-apa. Siapa sih
yang akan baca tulisan kita, paling
cuma segelintir orang dibanding julah
pemilih yang hampir 185 juta orang.
Walaupun prosentasenya hanya
1/1.000.000, namun saya tetap
memilih untuk menulis. Karena
walaupun amat sangat kecil, saya
ingin ikut serta berkontribusi dalam
membangun negeri ini. Saya menulis
semua ini atas inisiatif dan kesadaran
pribadi, tanpa ada insentif sepeser
pun dari pihak manapun.
Bagi yang merasa tulisan ini
membawa manfaat, silahkan
disebarkan. Tidak perlu minta ijin
kepada saya. Mudah-mudahan
PEMILU 2014 berjalan lancar dan
damai, dan kita dikaruniai oleh Allah
SWT pemimpin yang bisa membawa
Indonesia ke arah yang lebih baik.
Amien.
M.facebook.com/relawanjokowi7

Mata najwa . Timses JOKOWI VS PRABOWO

https://www.youtube.com/watch?v=k-f7dEuydR0&feature=youtube_gdata_player

Sabtu, 24 Mei 2014

Prabowo islam?? Faktanya...


Rakyat Bersatu Mendukung Jokowi
Presiden Ri 2014
Prabowo Islam ........
Ini fakta tentang silsilah keluarga
Prabowo Subianto. Sabda Nabi
Muhammad SAW, “Kullil Haqqa Wala Kana
Murran” (katakanlah yang benar
walaupun itu pahit). Jangan sampai hak
dan kebenaran ini ditutup oleh
kebohongan dan kezaliman.
Ini fakta dan bukan rekayasa;
Bahwa Prabowo berasal dari keluarga
Kristen Protestan. Ayahnya bernama
Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo
menikah dengan Dora Marie Sigar
Sumitro Djojohadikusumo, perempuan
kelahiran Manado, Sulawesi Utara, 21
September1921 yang dikenal sebagai
penganut kristen yang taat.
Dora Marie pertama kali bertemu Sumitro
Djojohadikusumo tahun 1945 di sebuah
acara mahasiswa Kristen Indonesia di
Rotterdam, Belanda. Saat itu ia belajar
di sekolah ilmu keperawatan bedah di
kota Utrecht, Belanda.
Keduanya menikah pada 7 Januari1946 di
Jerman dengan pemberkatan dari
pendeta-pendeta di Gereja Jerman.
Selama hidupnya, Dora Marie dan
Sumitro menjadi penganut agama Kristen
yang taat dan rajin ke gereja.
Dari pernikahannya, Dora dan Sumitro
mempunyai empat anak. Dua perempuan,
dua laki-laki. Dua perempuan yaitu Bianti
Djiwandono dan Mariani le Maistre dan
Laki-laki; Prabowo Subiantodan Hashim
S. Djojohadikusumo.
Ada darah Cina yang mengalir ke tubuh
Prabowo dan saudaranya dari pihak
ibunya, seperti halnya penganut agama
Kristen asal Sulawesi Utara.
Semua saudara Prabowo beragama
Kristen. Kakak Prabowo sendiri, Bianti
Djiwandono, istri mantan Gubernur
BankIndonesia, beragama Kristen
Katolik.
Prabowo lahir dan dewasa dalam
lingkungan dan bimbingan keluarga yang
beragama Kristen.
Prabowo baru memeluk Islam ketika
menikah dengan Titiek Soeharto pada Mei
1983.
Agar bisa diterima keluarga Soeharto
yang beragama Islam, Prabowo terpaksa
mengucapkan dua kalimat syahadat.
Dari pernikahannya lahirlah Didiet
Prabowo. Agama Didiet pun hingga kini
tidak jelas. Didiet menghabiskan sebagian
masa sekolahnya di Boston, AS.
Perkawinan Prabowo dan Titiek berakhir
perceraian. Namun tidak diketahui secara
persis kapan pasangan ini berpisah.
Adik Prabowo Hashim dalam Deklarasi
Forum Alumni dan Mahasiswa di Hotel
Sahid, Jakarta, Sabtu 10 Mei 2014
terang-terangan mengaku ibunya Dora
Marie lahir dan meninggal sebagai
seorang Kristen Protestan.
Bahkan saat ibunya meninggal pada 23
Desember 2008 Prabowo lah yang
memimpin upacara pemakaman di TPU
Tanah Kusir di area pemakaman Kristen.
Prabowo bertindak sebagai pendeta yang
membaca khotbah.
Dalam berita yang diterbitkan
tribunnews 10 Mei 2014, adik Prabowo
Hashim juga mengaku dia dan adik
kandungnya Kristen Protestan, kakak
Katolik, keponakan-keponakan yang
sangat dekat dengan Prabowo Katolik.
Hanya Prabowo yang bergama Islam, dia
memeluk Islam karena mau menikah
dengan Titiek. Bukan kesadaran dirinya.
Prabowo memiliki sekretaris pribadi yang
sudah bekerja untuknya 15 tahun yakni
seorang Tionghoa dan beragama Kristen.
Tiga dokter pribadi Prabowo juga
semuanya berdarah Tionghoa, Kristen.
Fakta terbaru, saat berkunjung ke
kantor PKB untuk menjalin koalisi.
Prabowo diminta menjadi Imam, tapi
tidak bisa. Baca Alquran tidak tahu.
Inilah satu asalan mengapa PKB tidak
dukung Prabowo.
Lihat dan buktikan Prabowo pake Kopiah.
Prabowo mau menunjukkan bawah dia
Islam Fanatik dengan memakai kopiah
saat bertemu kiyai-kiyai, tapi dia tidak
sadar kopiahnya menutupi dahi.
Salah seorang ulama menyindir Prabowo,
bagaimana sujud dalam solat jika
kopiahnya seperti itu. Itu tidak sah.
Seorang muslim Solat jidatnya harus
menyentuh tempat sujud.
Ikhwan dan akhwat, kita butuh pemimpin
yang beragama Islam secara tulus. Bukan
yang abal-abalan. Bukan hanya cari
popularitas.
Fakta bahwa semua keluarga Prabowo
Kristen itu tidak bisa dibantah.
*) Pendukung PKS dan Gerindra sering
memfitnah Jokowi haji palsu dan china.
Padahal Jokowi pergi haji yang pertama
tahun 2003 bersama Tantowi Yahya. Ia
Jawa tuken wong ndeso ayahnya asal
sragen, rumahnya pinggir kali. Lihat yg
tak bisa sholat dan china itu Prabowo!
• Sumber bukti valid (bukan hoax) •
1. http://manado.tribunnew
s.com/2014/05/12/ibunda-prabowo-k
risten-protestan
2. http://id.m.wikipedia.org/wiki/Dora_
Marie_Sigar (dalam darah prabowo
mengalir Cina manado & yahudi jerman
dr ibu)
3. http://id.wikipedia.org/wiki/
Soemitro_Djojohadikoesoemo
4. http://m.tempo.co/read/
news/2012/12/02/078445400/Adik-
Prabowo-Jadi-Pembina-Kristen-
Gerindra -

Jumat, 23 Mei 2014

JOKOWI DIJAGA TUHAN Dari para penjahat politik

Salam Indonesia HEBAT!
Ketika menulis ini saya benar-benar
merinding. Melihat dan merasakan
langsung keajaiban Tuhan bagaimana
caranya melindungi orang-orang baik
dari cengkeraman orang-orang jahat.
Pertama, seusai pilgub DKI Jakarta,
Jokowi diingatkan oleh Taufik Kiemas
agar menjauhi Prabowo karena dia akan
“menggunting dalam lipatan” dan
“menusuk dari belakang”. Ternyata
peringatan tersebut benar-benar
terjadi. Prabowo memanfaatkan
kepopuleran Jokowi-Ahok seusai
memenangkan pilgub secara fenomenal
dengan menebar pencitraan di media
seakan-akan kemenangan Jokowi-Ahok
adalah jasanya.
Untunglah Taufik Kiemas langsung
mengingatkan Jokowi-Ahok. Ditambah
lagi klarifikasi JK yang dengan
gamblang menjelaskan bagaimana dia
meminta Jokowi dan melobi Megawati
Soekarnoputri agar Jokowi dicalonkan
menjadi gubernur DKI Jakarta. Saat itu
bahkan JK berani menjamin di hadapan
Megawati bahwa Jokowi pasti menang.
Dengan adanya klarifikasi dari JK
akhirnya terbuka bahwa Prabowo hanya
mendompleng kepopuleran Jokowi-
Ahok.Karena faktanya JK adalah orang
yang membawa Jokowi dari Solo ke
Jakarta, bukan Prabowo.
Dan kini ketika pilpres berlangsung,
keajaiban Tuhan dalam melindungi Jokowi
dari cengkeraman orang-orang jahat
semakin terlihat nyata. Pertama, ketika
Jokowi dihadapkan untuk memilih 4
cawapres yaitu Puan Maharani,
Abraham Samad, Mahfud MD dan JK,
akhirnya Jokowi memilih JK. Tentu ada
campur tangan Tuhan dalam keputusan
tersebut. Dari pilihan Jokowi tersebut
akhirnya rakyat jadi tahu watak asli
seorang Mahfud MD yang selama ini
tertutupi.
Selama ini, orang tidak pernah percaya
terhadap ocehan Akil Muhtar dan Jazuli
Abdullah tentang permainan Mahfud MD
di pilgub Banten. Kini di pilpres 2014,
melalui keputusan Jokowi yang memilih JK
akhirnya mata masyarakat menjadi
terbuka siapa sesungguhnya Mahfud MD.
Lalu sebelumnya….dalam kisruh PPP,
beberapa elit PPP berani
mendeklarasikan dukungannya kepada
Prabowo sebelum ada rapimnas. Kisruh
pun terjadi. HEBOH. Lalu Jokowi
dihubungi siapa cawapresnya. Tapi
Jokowi memberi jawaban tegas, kalo mau
bergabung tanpa syarat silakan masuk,
tapi kalo punya syarat macam-macam,
maaf saja pintu koalisi sudah ditutup,
kata Jokowi menjawab pertanyaan PPP
tanpa memberi tahu siapa cawapresnya.
Dan jawaban Jokowi yang tegas tanpa
tedeng aling-aling tersebut akhirnya
memutuskan PPP bergabung ke kubu
Prabowo yang dinilai punya tawaran
yang lebih baik buat PPP. Kini, tepat
hari ini 21 Mei 2014 Tuhan menunjukkan
keajaibannya, Ketua Umum PPP,
Suryadharma Ali dinyatakan sebagai
tersangka oleh KPK. Padahal jabatan
Suryadharma Ali di Prabowo-Hatta
adalah Ketua Dewan Pembina Tim
Pemenangan. Kini media bisa membuat
judul “Ketua Dewan Pembina tim
Pemenangan Prabowo-Hatta Ditetapkan
Sebagai Tersangka oleh KPK”.
Bisa dibayangkan, seandainya PPP
bergabung ke Jokowi lalu SDA ditetapkan
sebagai tersangka oleh KPK maka
betapa susah dan repotnya Jokowi. Dan
tentu akan menjatuhkan mental tim
relawannya yang selama ini bekerja
keras dengan ikhlas.
Peristiwa lain yang semakin membuat
saya merinding adalah, Jokowi selalu
dikelilingi oleh orang-orang baik
sementara Prabowo selalu dikelilingi oleh
orang-orang yang bermasalah dan
barisan sakit hati.
Di akhir tulisan ini, saya ingin mengutip
pernyataan Anies Baswedan sebagai
berikut:
“Jokowi orang baik. Tugas kita semua
untuk membantu orang baik agar negeri
ini menjadi baik. Kalo kita membantu
orang yang bermasalah, jangan-jangan
kita akan terciprat dan terseret
masalahnya”
Pernyataan Anis Baswedan sangat
tepat untuk menggambarkan sosok
Jokowi dan Prabowo yang saat ini
sedang bertarung dalam pilpres.
Pertarungan baik dan buruk. Dan
sebagai orang baik, tentu sudah menjadi
kewajiban saya untuk mendukung orang
yang baik.