pengunjung

Rabu, 27 Januari 2010

Kesungguhan Hati dengan Allah

Tanggal: Senin, 21 April 2008
Topik: Firman Tuhan
Yosua 14:6-15 Iman Kaleb yang tidak goyah selama 45 tahun. Kaleb tetap percaya akan mendapatkan Hebron, tanah yang dijanjikan Allah. Jika Allah sudah menentukan sesuatu dalam kehidupan kita, Dia akan terus mengejar kita. Allah tidak melihat umur Kaleb yang sudah 85 tahun untuk merebut tanah Hebron di mana di sana ada bangsa raksasa suku Enak. Sama seperti Musa, di mana Allah memanggil dia untuk memimpin dua juta orang bangsa Israel keluar dari Mesir ketika Musa berumur 80 tahun. Allah lalu menyertainya dengan tanda dan mujizat.

Bilangan 13 Musa mengutus dua belas orang masing-masing dari dua belas suku untuk mengintai tanah Kanaan. Sepuluh orang kembali dengan laporan yang negatif karena mereka takut dengan penduduknya yang seperti raksasa dan mereka melihat diri mereka seperti belalang di hadapan orang Kanaan (Bilangan 13:33). Tetapi dua orang lagi, yaitu Yosua dan Kaleb mempunyai iman bahwa mereka bisa mengalahkan orang Kanaan dan merebut tanah Perjanjian tersebut. Yosua dan Kaleb tahu betul dan percaya bahwa tanah itu sudah di-berikan kepada mereka.

Ulangan 1:21 Ketahuilah, Tuhan Allahmu telah menyerahkan negeri itu kepadamu. Majulah, dudukilah, seperti yang difirmankan kepadamu oleh Tuhan, Allah nenek moyangmu. Janganlah takut dan janganlah patah hati. Allah sudah menyerahkan tanah Kanaan kepada bangsa Israel sebelum mereka mengirim dua belas pengintai. Hanya Kaleb dan Yosua yang percaya akan janji Allah dan memegang teguh janjiNya ini. Allah adalah setia. Jika Dia berjanji, Dia tidak akan mengingkarinya.

Bilangan 14:10 Segenap umat itu mengancam hendak melontari kedua orang itu dengan batu. Tetapi tampaklah kemuliaan Tuhan di Kemah Pertemuan kepada semua orang Israel. Bangsa Israel yang tidak percaya mengancam akan melontari Kaleb dan Yosua dengan batu ketika kedua orang ini mengajak umat Israel untuk maju merebut tanah Kanaan. Allah murka karena umat Israel tidak percaya akan janjiNya. Allah bangkit membela Kaleb dan Yosua dan akan melenyapkan umat Israel dan akhirnya Musa meminta kepada Allah untuk tidak melakukannya (Bilangan 14:11-20). Di sini kita dapat belajar dua hal. Pertama adalah bahwa Allah tidak suka kepada orang-orang yang tidak percaya kepadaNya, meskipun Allah sendiri sudah berjanji kepada mereka. Kedua, tentang pentingnya pendoa syafaat, yaitu orang yang bersedia berdoa memohon pengampunan atas orang lain. Dia berdiri di antara Allah dan orang-orang lain. Allah mendengar permohonan Musa dan mengabulkan permintaannya agar mengampuni bangsa Israel. Allah tergerak bukan karena bangsa Israel Tetapi karena permohonan Musa.

Bilangan 14:18 Tuhan itu panjang sabar dan kasih setiaNya berlimpah-limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, Tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, bahkan Ia membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat. Dosa pemberontakan kepada Allah adalah tiga sampai empat turunan. Memang Allah adalah panjang sabar dan setia untuk mengampuni. Orang yang berdosa bisa saja diampuni, tetapi efek dosa pemberontakan itu ada. Itu sebabnya ada pelayanan pelepasan dan inner healing untuk mengatasi hal ini sampai tuntas ke akar-akarnya.

Ada juga orang Kristen yang tidak percaya akan janji-janji Allah sehingga Allah juga murka dengan mereka. Mereka adalah orang Percaya yang tidak percaya. Bahkan Yesus pernah menegur murid-muridNya karena ketidak percayaan mereka. Contohnya ketika ada angin ribut pada saat mereka di perahu, dan mereka ketakutan.

Bilangan 14:20-24 Bangsa Israel yang selalu bersungut-sungut dan tidak percaya akan janji Allah tidak diperkenankan masuk ke dalam Tanah Perjanjian, hanya Kaleb dan Yosua yang masuk. Sehingga generasi tersebut hanya berputar-putar di padang gurun selama 40 tahun sampai mati.

Mazmur 1:3 Ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya. Apa saja yang diperbuatnya berhasil. orang yang mengikuti Tuhan dengan segenap hati tidak akan pernah gagal, apa saja yang dikerjakan pasti berhasil; seperti Kaleb contohnya. Hanya dia dan Yosua dari generasinya yang diijinkan Allah masuk ke Tanah Kanaan.

Ulangan 28:12-14 Kita bisa menikmati janjiNya tentang berkat ini asal kita setia mengikut Dia dengan sepenuh hati. Allah akan mengangkat kita sebagai kepala bukan ekor.

2 Tawarikh 16:9 Tuhan melimpahkan kekuatanNya kepada mereka yang bersungguh hati dengan Dia. Memang persoalan dan musuh-musuh di depan kita bukan orang-orang bodoh, mereka memiliki kekuatan, benteng, dan apa saja yang mereka andalkan. Tetapi kita tidak perlu takut ketika melihat diri kita seperti belalang di hadapan mereka, dan kelihatannya kecil.

Allah senang dengan orang-orang yang bersemangat dan mempunyai inisiatif untuk melangkah merebut janji-janjiNya. Kunci mendapatkan kekuatan Allah adalah kesungguhan hati denganNya. Lakukan itu! Amen!!

Tidak ada komentar: